Batik Indonesia : Batik Pesisir Pusaka Indonesia (Jawa)

0 36

Penampilan batik yang dibuat di pesisir utara Jawa berbeda daripada yang dibuat di Solo-Yogya. Batik dari pesisir utara P. Jawa berlatar putih dengan motif berwarna. Masa itu warna biru atau nila diperoleh dari tanaman indigo/tarumltom, sedangkan warna merah dari akar tanaman mengkudu. Saat itu batik merupakan pakaian laki-laki maupun perempuan. Mulai tahun 1980-an, antropolog Rens Heringa meneliti batik dari pesisir utara Jawa, begitu pula Harmen C. Veldhuisen, seorang sosiolog dan kolektor batik.

Keduanya berasal dari Belanda. Mereka tidak sependapat dengan Rouffaer yang menyatakan batik pesisir yang berwarna-warni mestinya berkembang kemudian. Dalam Five Centuries of Indonesian Textiles, Rens Heringa mengemukakan bahwa penelitian lebih baru mengungkapkan:

…perkembangan gaya batik berwarna cerah dari pesisir utara Jawa, secara historis tidak dapat dipertanggungjawabkan bila dikaitkan dengan kematian perdagangan cita dari Gujarat dan Pantai Koromandel pada akhir abad XVIII atau awal abad XIX

Batik pesisir diperkirakan sudah mulai berkembang sejak abad XV. Kita tahu kalau awal abad XV, kota-kota di pantai utara P. Jawa sudah di bawah kekuasaan kerajaan Islam dan menjadi pusat perdagangan yang berhubungan dengan Malaka di Semenanjung Melayu, Samudera Pasai di Sumatra, Ternate, Tidore, kota-kota pantai di Kalimantan. Sulawesi, Maluku, dan pedagang mancanegara. Kaum santri sampai saat ini masih banyak yang menjadi saudagar.

Source batik.or.id batik.or.id/batik-pesisir-pusaka-indonesia
Comments
Loading...