Batik Indonesia : Batik Motif Truntum, Termasuk Batik Nitik

0 177

Batik motif Truntum termasuk ke dalam jenis batik Nitik. Yaitu batik bernilai tinggi karena tingkat ketelitian, kecermatan dan kesabaran dalam proses melukisnya. Pembatik dengan sabar dan teliti membuat titik demi titik yang terjalin dalam pola tertentu hingga menjadi kain batik. Sungguh karya seni luar biasa. Motif Truntum merupakan simbol dari cinta kasih yang bermekaran (tumaruntum),yang diciptakan oleh Gusti Kanjeng Ratu Kencono (permaisuri dari Sri Susuhunan Pakubuwono III).

Kain ini biasanya dikenakan pada upacara pernikahan. Truntum memiliki makna yang sakral. Ia melambangkan cinta yang bersemi kembali. Di dalam batik truntum, tersimpan realita, CLBK tidak hanya terjadi pada mereka yang pacaran, tapi juga yang telah menikah. Mengingat bahwa kadang yang asli justru cepat layu, seperti halnya bunga, maka kita mesti sanggup membuatnya tetap tumbuh dan berbunga sepanjang waktu. Hal itu bermula pada sejarah ketika batik jenis truntum ini pertama kali diciptakan. Sekitar tahun 1749–1788 M, seorang permaisuri bernama Ratu Kencono atau Ratu Beruk, merasa diabaikan oleh suami karena kesibukan dan sebab ia harus memerhatikan selir barunya.

Ratu Kencono yang merupakan permaisuri Paku Buwono III Surakarta Hadiningrat itu, mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup pada suatu malam. Hingga datanglah sebuah gagasan. Katakanlah semacam inspirasi. Ia melihat langit yang cerah dan juga bertabur bintang.

Source instagram.com instagram.com/p/7zjwioI6Ti/?hl=id&taken-by=bacabatik
Comments
Loading...