Batik Indonesia : Batik Klasik, sebagai Tata Krama

0 118

Batik klasik yang tumbuh besar di lingkungan keraton mengemban perlambangan dan penataan yang sudah diatur oleh penguasa. Dari apa yang dikenakan dan bagaimana mengenakannya, dapat langsung diketahui bibit, bobot, dan bebet seseorang. Bagai kode etik, di Jawa ada kode batik. Pemagar – magaran melalui simbolisasi dan tata cara paling jelas bentuknya pada batik – batik bermotif

larangan

yang diciptakan hanya untuk sang raja dan permaisurinya di lingkungan keraton Mataram dan turunannya. Kelancangan mengenakan motif batik yang bukan haknya dapat mencelakakan diri dan keluarga. Tradisi istana itu dengan sendirinya menciptakan rantai kode batik di lingkungan istana, kaum ningrat, prajurit, saudagar, peranakan, hingga rakyat biasa. Lahirlah beraneka ragam motif untuk mewakili jati diri masing – masing. Kaum saudagar di Solo, yang kuat kedudukan sosialnya, berhasil meminjam motif – motif larangan dalam menciptakan batik Sodagaran.

Batik Encim lahir di kalangan keturunan Tionghoa. Kaum ningrat pun menciptakan motif – motif sendiri yang dipegang turun – temurun sebagai pusaka keluarga. Walau kekuasaan raja telah lama dihapus, kode batik masih dihormati pada upacara – upacara adat Jawa. Batik Slobokan dipakai pada pemakaman, Sido Mukti pada pernikahan, dan seterusnya. Muatan falsafah yang tersimpan pada motif – motif batik klasik abadi sifatnya.

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/01/22/batik-kaya-dan-karya-tradisi-turun-temurun
Comments
Loading...