Batik Indonesia : Batik Ceplok Kawung Sawat, Kumpulan

0 39

Batik bisa terlihat mengumpulkan beberapa ornamen dan ragam hias yang berbeda-beda. Disusun secara geometris menggunakan pengulangan kotak ataupun lingkaran yang diisi dengan motif. Beberapa batik yang termasuk ke dalam jenis ini dikenal dengan nama Batik Ceplok, Batik Tambal atau Batik Grompol. Batik Ceplok Kawung Sawat ini mengkombinasikan dua ornamen batik kuno yaitu kawung dan sawat. Motif kawung mengandung harapan akan keseimbangan dalam penyatuan makrokosmos dan mikrokosmos.

Sementara itu Sawat membawa harapan perlindungan dari Tuhan. Motif batik Kawung konon diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan Mataram, dan merupakan salah satu anggota Motif Larangan di samping 7 (tujuh) motif larangan lainnya seperti Parang, Parang Rusak, Cemukiran, Sawat, Udan Liris, Semen, dan Alas-alasan. Kawung juga termasuk desain yang sangat tua, terdiri dari lingkaran yang saling berinterseksi. Motif Batik Kawung dikenal di Jawa sejak abad 13 yang muncul pada ukiran dinding pada beberapa kuil/candi di Jawa, seperti Prambanan dan daerah Kediri.

Selama bertahun-tahun, patra ini dilindungi hanya untuk keluarga kerajaan Kraton. Lingkaran-lingkaran, terkadang diisi dengan dua atau lebih tanda silang atau ornamen lain seperti garis-garis berpotongan atau titik-titik. Pada awalnya batik kawung hanya dipakai di kalangan keluarga kerajaan, tetapi setelah Negara Mataram dibagi menjadi dua yaitu Surakarta dan Yogyakarta, maka batik kawung dikenakan oleh golongan beda.

Source instagram.com instagram.com/p/8pNKCfI6YA/?hl=id&taken-by=bacabatik
Comments
Loading...