Batik Indonesia : Batik Bagelen, Kejayaan Mataram

0 98

Sebuah karya agung yang ditorehkan melalui karya batik. Melalui kain batik, para pengrajin batik menggambarkan nilai-nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan di Purworejo, kemudian berkembang sampai dengan motif batik kontemporer. Peran Bagelen sangatlah menonjol pada perkembangan Kerajaan Mataram, baik Mataram Hindu maupun Mataram Islam. Pada masa Galuh – Tarumanegara, Bagelen mulai dikenal sebagai pusat agama Syiwa Budha di Jawa Tengah.

Leluhur Bagelen adalah keturunan Raja Syailendra sehingga meninggalkan warisan arkeologi berciri lingga – yoni yang khas masanya. Latar belakang yang dinapasi keagamaan yang beragam menjadikan Bagelen kaya akan tradisi – tradisi seni budaya. Motif klasik Semen Romo Ngarak, yang biasa dikenakan para adipati pada pelantikan, biasanya didatangkan dari Bagelen. Motif ini diperkirakan ada sejak berkuasanya wangsa Syailendra pada abad ke-8. Komunitas pembatik tradisional Purworejo bertebaran di Kutoarjo, Kemanukan, desa Dudu Kulon dan desa Dudu Wetan.

Meski masih mengabdi pada motif – motif klasik, mereka mengembangkan motif – motif baru mengikuti tuntutan waktu. Purworejo disebut dalam buku – buku sejarah karena merupakan tempat kelahiran banyak tokoh bangsa, seperti penggubah lagu “Indonesia Raya” W.R. Supratman, Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Oerip Soemohardjo (pendiri TNI), Kasman Singodimejo (tokoh pergerakan 1945), Jan Toroop (Pelukis Belanda), dan A.J.G.H. Kostermans (pakar botani).

Source Prajnaparamita indonesianbatik.id/2018/01/27/batik-bagelen-kejayaan-kebudayaan-mataram-di-purworejo
Comments
Loading...