Batik Gumelem Tradisional

0 167

Batik Gumelem Tradisional

Industri Batik Tunjung Biru milik Suryanto juga memproduksi Batik Tradisional selain memproduksi Batik Klasik yang terinspirasi dari potensi Kabupaten Banjarnegara. Potensi Kabupaten ini diantaranya adalah diambil dari segi pariwisata yang ada di Kabupaten Banjarnegara, kuliner khas yang terdiri dari makanan, minuman, maupun buah yang terdapat di Kabupaten Banjarnegara seperti wajik kletik, dawet ayu, purwaceng, maupun salak pondoh. Tidak hanya diambil dari segi pariwisata dan kuliner khas, inspirasi yang dijadikan sebagai Motif Batik Tradisional Gumelem juga berasal dari keadaan alam Kabupaten Banjarnegara.

Pembuatan Motif Batik Tradisional terinspirasi dari potensi di wilayah Kabupaten Banjarnegara pertama kali diperkenalkan oleh Suryanto dengan menyebutnya sebagai Batik Tradisional. Tetapi dari pengertian kata tradisional itu sendiri merupakan segala seuatu yang menurut tradisi (adat), dan kata tradisi sendiri juga memiliki arti yaitu adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan di masyarakat. Sedangkan motif yang disebut sebagai Batik Tradisional ini merupakan ciptaan baru yang berasal dari “Tunjung Biru”.

Motif batik yang mengambil potensi Kabupaten Banjarnegara sebagai sumber inspirasi, oleh karena itu motif batik ini lebih tepat disebut sebagai batik kontemporer yang berarti seni yang berkembang pada masa kini, masa yang sezaman dengan pembuatnya saat ini. Batik Tradisional memiliki 11 motif yang dibuat antara lain : Motif Candi Arjuna, Motif Parang Cendhol, Motif Gilar-gilar, Motif Kembang Lumbon, Motif Liris Pantun, Motif Cendhol Salak, Motif Lung Semanggen, Motif Parang Salak, Motif Kali Serayu, Motif Trisula Wajik, dan Motif Sekar Giri.

Source Batik Gumelem Tradisional Batik
Comments
Loading...