Batik Gumelem Tradisional Motif Sekar Giri

0 235

Batik Gumelem Tradisional Motif Sekar Giri

Batik Motif Sekar Giri merupakan motif batik yang dibuat inspirasinya diambil dari peninggalan kuno, sebelum masa Kademangan Gumelem berjaya. Nama Sekar Giri diambil dari Sekar yang berarti bunga dan Giri dari kata Girilangan. Girilangan ini merupakan sebuah bukit yang dipuncaknya terdapat makam milik Ki Ageng Giring yang juga bergelar Ki Ageng Pendersan yaitu seorang pembesar dari keluarga kerajaan Mataram yang menyiarkan agama islam di wilayah Gumelem. Ki Ageng Giring wafat karena usianya yang sudah lanjut. Masyarakat Gumelem dan sekitarnya memakamkan Ki Ageng Giring di atas bukit kemudian menamakannya dengan bukit Girilangan. Kata Girilangan ini berasal dari cerita Ki Ageng Giring hilang. Peristiwa itu konon terjadi karena keranda jenazah sempat diletakan ditanah untuk istirahat karena iring-iringan pembawa keranda merasa kelelahan mendaki bukit, tetapi tidak lama kemudian tanah yang menjadi tempat landasan keranda amblas, dan setelah keranda jenazah dibuka ternyata jenazah Ki Ageng Giring sudah hilang. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama yang dimakamkan adalah kerandanya, sedangkan untuk lokasi tanah yang mendek hingga saat ini dikenal oleh masyarakat sebagai Blok Lemah Mendek.

Ornamen batu yang ditumbuhi bunga teratai diletakan diantara kedua sisi tangga, menunjukkan bahwa letak sesungguhnya dari batu itu adalah berada dilereng bukit. Bentuk dari ornamen batu pada motif ini mengalami perubahan dari bentuk aslinya, dengan digambarkan menggunakan garis yang bergelombang menyesuaikan bentuk ornamen bunganya, agar terlihat menjadi satu kesatuan yang harmonis. Ornamen batu ini tersambung dengan variasi garis yang menghubungkan ornamen diatasnya, yaitu batu yang ditumbuhi bunga teratai sama seperti ornamen pada bagian bawah, tetapi bentuknya digambarkan berbeda dengan penambahan ornamen daun monstera pada sisi kanan dan kirinya. Kemudian ada penambahan bidang yang membentuk daun beruas, yang menggambarkan efek bersinar dari bunga teratai melalui isen-isen cecek yang diberikan sesuai ruas bidang yang menyerupai daun.

Perpaduan bentuk ornamen dalam motif ini dituangkan dalam susunan yang menggabungkan antara kesan luwes yang ditimbulkan dari ornamen tumbuhan, batu, dan tangga, sedangkan kesan kokoh ditimbulkan dari garis-garis vertikal yang membentuk ornamen bangunan makam, dengan garis yang diterapkan sesuai fungsinya yaitu garis horisontal yang digunakan sebagai komponen yang mewujudkan ketenangan dan istirahat, sesuai dengan bangunan ini yang difungsikan sebagai makam. Isen-isen yang digunakan dalam motif ini antara lain cecek yang pasti selalu ada disetiap motif, cacah gori yang terdapat pada atap bangunan pemakaman sebagai gentingnya, rawan, ukel, galaran, dan sawut. Sedangkan pada penggunaan warna, masih seperti warna-warna lain yaitu merah, hitam, dan putih.

Source Batik Gumelem Tradisional Motif Sekar Giri Batik
Comments
Loading...