Batik Gumelem Tradisional Motif Gilar-gilar

0 263

Batik Gumelem Tradisional Motif Gilar-gilar

Pembuatan Batik Motif Gilar-gilar diambil dari nama semboyan Kabupaten Banjarnegara yaitu Banjarnegara Gilar-gilar. Motif ini mengkreasikan antara potensi dan keadaan alam wisata yang ada di Banjarnegara. Dalam motif ini, terdapat ornamen rombing dawet yang dijadikan sebagai simbol dari minuman khas Banjarnegara yaitu dawet ayu. Adanya ornamen salak berjejer lima, adalah untuk mengingatkan akan kelima sila dari Pancasila sebagai falsafah hidup bernegara yang harus diterapkan juga oleh masyarakat Banjarnegara. Ornamen mega dieng, menceritakan awan yang berada di dataran tinggi Dieng sebagai salah satu tempat wisata yang paling dikenal oleh masyarakat luas. Ornamen daun pandan, sebagai bahan dalam pembuatan minuman khas Banjarnegara untuk mendapatkan cita rasa yang sempurna. Ornamen salak yang bergerombol, menggambarkan betapa melimpahnya hasil bumi Banjarnegara berupa salak pondoh. Beras mawur (titik-titik banyak) melambangkan Banjarnegara juga sebagai penghasil beras dengan banyaknya area persawahan di wilayah tersebut.

Motif ini digambarkan dengan garis lengkungan berirama, yang berarti menggembirakan, dengan komposisi ornamen yang disusun secara berulang. Lengkungan yang tersusun ini memiliki ukuran hampir sama antara satu dan lainnya, dengan variasi ornamen yang dibuat berselingan secara horisontal. Dilihat dari unsurunsur seninya, motif ini banyak menggunakan komponen yang terdiri dari bentuk berbeda dengan menyatukannya menjadi sebuah komposisi yang memperlihatkan keserasian bentuk antara garis lurus, garis lengkung, titik, bidang non-geometris dan warna. Tetapi keselarasan bentuk dapat diciptakan pada motif ini, melalui penyusunan bentuk-bentuk yang saling berdekatan, dengan penempatan yang telah dipertimbangkan.

Motif Gilar-gilar ini menjadi motif yang memperlihatkan komposisi yang harmoni dari penyusunan komponen secara tepat. Warna pada motif ini masih pada perpaduan warna-warna yang menjadi ciri khas dari Batik Gumelem yaitu hitam, coklat, dan putih. Sedangkan isen-isen yang digunakan pada motif ini adalah cecek sebagai penggambaran dari beras, sawut, sisik melik yang berarti sisik bertitik, cacah gori yang artinya seperti gori dicacah digunakan sebagai kulit dari buah salak. Dari penciptaan motif Gilar-gilar ini, Suryanto masih bertujuan untuk menceritakan tentang kota Banjarnegara yang merasakan kegembiraan dan kebanggaan karena memiliki berbagai potensi daerah.

Source Batik Gumelem Tradisional Motif Gilar-gilar Batik
Comments
Loading...