infobatik.id

Batik Gumelem Tradisional Motif Candi Arjuna

0 49

Batik Gumelem Tradisional Motif Candi Arjuna

Batik Motif Candi Arjuna merupakan salah satu Batik Tradisional yang dibuat oleh Industri Tunjung Biru. Motif ini diciptakan untuk memperkenalkan obyek wisata yang ada di Banjarnegara, yaitu obyek wisata Dieng Plateu. Dieng berasal dari kata dihiyang (jawa kuno) yang berarti kahyangan. Kawasan Pegunungan Dieng adalah pegunungan aktif yang juga digunakan sebagai tenaga panas bumi yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Pemilihan Candi Arjuna dijadikan sebagai motif pada Batik Gumelem dikarenakan tokoh Arjuna memiliki sifat dan pencitraan yang baik. Candi Arjuna merupakan salah satu candi peninggalan budaya lalu berupa situs purbakala yang dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno yang berada di kawasan Dieng.

Motif dedaunan yang dijadikan sebagai pelataran kain merupakan daun purwaceng yang dikenal dengan sebutan “ginseng dari Dieng”, daun ini tumbuh di  Kabupaten Banjarnegara yang hanya tumbuh di daerah Dieng. Cendol yang berada didalam kotak diantara daun-daun purwaceng merupakan minuman khas dari daerah Banjarnegara yaitu Dawet Ayu yang terbuat dari tepung ketan. Motif ini terdiri dari beberapa ornamen tumbuh-tumbuhan yang digambarkan oleh daun purwaceng dan bangunan yang digambarkan pada Candi Arjuna. Ornamen daun purwaceng pada motif ini didesain dengan mengutarakan bentuk yang disederhanakan, sehingga bentuk daun ini memperoleh suatu kesan yang lebih baru.

Walaupun dari bentuknya sudah disederhanakan, tetapi bagian-bagian dari daun ini masih tersusun lengkap dengan adanya tangkai daun, urat-urat daun, tepi daun, dan bidang. Ornamen daun purwaceng disini dibuat dengan garis lengkungan yang berirama, memberikan kesan yang tidak kaku, karena kesan kokoh telah lebih ditonjolkan dari ornamen bangunan candinya. Dedaunan pada motif Candi Arjuna ini disusun berjejer secara vertikal, dengan bentuk pola yang sama setiap barisnya. Pada ornamen candi arjuna, garis yang digunakan lebih banyak pada garis-garis lurus yang disusun dengan komposisi geometris seimbang. Secara keseluruhan susunan motif pada batik ini mengunakan prinsip pengulangan teratur, terlihat dari penataan ornamennya yang mempunyai kesamaan satu dengan lainnya.

Pemilihan warna yang digunakan dalam motif ini adalah hitam sebagai latar kain yang kebanyakan dipakai pada motif batik Gumelem. Warna hijau digunakan untuk mewarnai ornamen, selain itu pemberian warna hijau juga sebagai warna yang menunjukkan kondisi alam dari daerah Dieng, dengan suasana yang sejuk. Sedangkan warna putih digunakan sebagai warna kontur yang memperjelas garis pembentuk ornamen serta isen-isen. Beberapa isen-isen yang digunakan untuk menghias ornamen motif ini antara lain cecek dan sawut.

Source Batik Gumelem Tradisional Motif Candi Arjuna Batik
Comments
Loading...