infobatik.id

Batik Gumelem Klasik Motif Cebong Kumpul

0 46

Batik Gumelem Klasik Motif Cebong Kumpul

Batik Motif Cebong Kumpul salah satu batik yang diproduksi dari Industri Tunjung Biru. Motif Cebong Kumpul merupakan Motif Batik Klasik Gumelem yang tercipta dari pengaruh Batik Mataram yaitu Watu Pecah atau batu pecah. Tetapi setelah masuk Gumelem, motif ini sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan Batik Gumelem. Diberikan nama Cebong Kumpul, menurut ceritanya adalah sebagai simbol yang melambangkan masyarakat Gumelem dalam hidup bermasyarakat selalu bergotong-royong dalam menghadapi kesulitan, berkumpul untuk melakukan musyawarah untuk menyelesaikan segala bentuk masalah. Motif ini mencerminkan kerukunan yang selalu berusaha dibudidayakan oleh masyarakat Gumelem, baik dengan sesama desa maupun dengan orang luar desa mereka.

Motif ini terdiri atas susunan garis-garis diagonal dari kedua sisi kain yang saling bertemu, sehingga terbentuklah sudut pada keempat sisi bidang yang terbentuk karena pertemuan dua garis diagonal tersebut. Pertemuan antara kedua garis diagonal ini membentuk sebuah bidang kecil yaitu belah ketupat. Selain dari bentuk belah ketupat, terdapat juga ornamen dedaunan yang memanjat dengan kesan menjalar ke atas. Ornamen tumbuhan dibuat dengan jarak tertentu yang relatif sama antara satu dan lainnya. Kemudian pada pewarnaan yang digunakan pada Motif Cebong Kumpul ini, menurut teori warna, coklat adalah warna yang mencerminkan suasana hangat, tenang, alami, bersahabat, dan kebersamaan. Warna putih memperlihatkan suatu karakter positif, yang melambangkan kebaikan. Sedangkan warna hitam, menunjukkan sikap yang tegas dan kukuh. Dari pemberian ketiga warna yang terdiri dari warna coklat, putih, dan hitam yang terdapat pada Motif Cebong Kumpul ini, apabila dihubungkan dengan filosofi dari motif batiknya, maka terjadi kesesuaian antara makna yang menyertai terbuatnya Motif Cebong Kumpul dengan warna yang digunakan.

Isen-isen yang digunakan pada motif ini adalah cecek yaitu berupa titik-titik kecil yang berada didalam belah ketupat dengan membentuk garis vertikal yang dibuat secara simetris, kemudian cecek ini juga digunakan sebagai kontur dalam ornamen dedaunan, mata deruk yaitu bulatan kecil seperti yang terdapat didalam susunan belah ketupat pada kedua sisi kanan dan kirinya, serta sawut yaitu bunga berjalur yang mengisi ornamen bunga.

Source Batik Gumelem Klasik Motif Cebong Kumpul Batik
Comments
Loading...