Batik Gumelem Butuh Perhatian dan Pemasaran

0 234

Batik Gumelem Butuh Perhatian dan Pemasaran

Industri Batik Banjarnegara yang terdapat di wilayah Desa Gumelem, Kecamatan Susukan perlu perhatian serius. Hal itu dimaksudkan agar usaha tradisional yang digeluti oleh kelompok masyarakat itu terus berkembang dan bisa bersaing dengan daerah lain. Nur Hayati merupakan seorang pengrajin batik asal Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan mengatakan, selama ini pemerintah Banjarnegara sudah banyak melakukan pembinaan dan pelatihan, namun upaya tersebut dinilai masih belum merata.

Sebab, yang sering mengikuti pelatihan hanya kelompok tertentu, padahal di Gumelem banyak sekali para pembatik. Masalah pemasaran juga dinilai masih kurang maksimal, beberapa pameran luar kota selalu saja diikuti oleh kelompok yang ‘dekat’ dengan para pejabat. Bahkan, tidak sedikit para pebatik yang belum pernah merasakan ikut pameran hingga ke luar kota dengan fasilitas pemerintah.

Batik yang berupakan karya seni telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Batik tulis memiliki eksklusifitas tersendiri, sehingga harganya pun relatif tinggi. Dengan harga jual yang relatif tinggi itulah, perajin batik tulis mengalami kesulitan memasarkan hasil karya. Lemahnya jaringan perajin batik khas Banjarnegara untuk mengakses pasar, serta rendahnya apresiasi sebagian masyarakat terhadap batik khas Banjarnegara menjadi persoalan yang sampai saat ini masih belum terpecahkan.

Para perajin batik khas Banjarnegara membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dalam bidang pemasaran. Faktor pemasaran jadi kendala serius bagi kelompok batiknya. Akibatnya, para pembatik tidak bisa mengandalkan pendapatan hanya dari membatik.

Source Batik Gumelem Butuh Perhatian dan Pemasaran Batik
Comments
Loading...