Batik Gorontalo

0 265

Batik Gorontalo

Bagi sebagian orang Gorontalo barangkali tidak asing dengan nama seorang art designer Muhammad Yauri Yusuf Helmi Abdul Auf Mokodompis yang akrab disapa Yuku Moko. Bertahun-tahun boleh dibilang seniman ini telah berhasil membawa nama daerah setempat lewat kreasi batik modern. Gorontalo bukanlah Jawa yang sarat dengan tradisi batik secara turun temurun. Namun adanya kebijakan di jaman orde baru yang menjadikan batik sebagai ikon busana resmi atau nasional mau tak mau telah mendorong Yuku menggali kreativitas batik khas daerahnya.

Lantas bersama masyarakat seniman di Kampung Boroko Gorontalo mantan karyawan Bank Bumi Daya ini mencoba mencoba menawarkan gagasan barunya tentang dunia batik. Ternyata dia bukan hanya sukses memproduksi lembaran batik khas Gorontalo tapi juga sekaligus melalang buana menembus pasar fashion di mancanegara. Dengan dukungan pemeritah daerah setempat maupun secara swadaya hampir tiap tahun lelaki dengan postur tubuh besar ini mengikuti dan menggelar koleksi terbarunya di luar negeri. Tentu yang dia sasar adalah negara yang berpotensi menjadi market ekspor. Sementara di dalam negeri, batik khas kampung Boroko ini juga kerap mengikuti pameran di Jakarta.

Motif

Sepertinya bakat melukis Yuku sejak masih kanak-kanak tidak sia-sia. Dengan mudah lelaki kelahiran 60 tahun silam mengekspresikan kehidupan masyarakat Gorontalo ke dalam lembaran katun dan sutra. “Saya cari benang merah yang paling menonjol dari daerah Gorontalo yang ternyata masyarakatnya agrarisnya tidak pernah lepas dari jagung dan ikan,” paparnya. Kini dua komoditas itulah yang akhirnya diangkat Yuku sebagai ciri khas batik Gorontalo. Namun sebagaimana umumnya daerah di luar Jawa, masyarakat Gorontalo pun tak mengenal kebiasaan membatik. Itu sebabnya batik karya seniman Kampung Boroko ini tidak mengenal teknik canting.

Yang ada adalah goresan tangan seniman perajin secara langsung layaknya seorang yang asyik melukis. Hanya bedanya lukisan berbagai motif jagung dan ikan ini tidak dilakukan di atas kanvas. Sepintas gaya batik Gorontalo ini tampak begitu sederhana. Namun, lewat paduan warna yang dominan hitam dan natural dengan gambar ikan dan jagung ternyata tak kalah elegan. Apalagi Yuku tidak hanya mengaplikasikan batik tersebut ke dalam gaya busana tradisional tapi juga dia padukan dengan kebaya potongan kontemporer dan modern. Lembaran batik tersebut juga tidak terlihat janggal untuk sebuah gaun malam dan busana semi kasual pria. Bahkan Yuku yang beberapa tahun lalu membuka butik Boroko di bilangan Radio Dalam ini juga mengaplikasikan batiknya ke dalam produk turunan fashion lainnya seperti dasi, scarft, telapak meja, korden dan sebagainya.

Source https://gpswisataindonesia.info https://gpswisataindonesia.info/2015/04/batik-gorontalo/
Comments
Loading...