Batik Gemawang Khas Kabupaten Semarang

0 72

Desa Gemawang merupakan desa wisata yang memproduksi batik yang terletak di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Selain menyediakan batik, pengunjung juga bisa berwisata serta belajar membatik dengan alat tradisional dan pewarna alami. Ada dua jenis batik yang diproduksi yakni batik tulis dan cetak. Pembuatan batik melalui beberapa proses yakni dicetak, dijemur, kemudian diwarnai. Ada dua jenis pewarnaan batik antara lain warna sintetis dan alam. “Kalau warna alam lebih lama proses pencelupannya yaitu satu bulan sedangkan warna sintetis bisa 1 hari,” kata Alfiah, perajin batik gemawang. Baca juga: Cerita Bertahannya Usaha Batik Tulis Celaket.

Pilihan batik warna alam yakni mahoni, jalawe, brambang, teger, dan masih banyak lagi. Motif batik gemawang pun berbeda dari batik pada umumnya. Ada motif biji kopi, klinting, bambu, lintang, trenggono, gedong songo, dan lain-lain. “Tapi yang paling khas (biji) kopi karena itu kan seperti masyarakat Desa Gemawang yang sebagian besar petani kopi,” katanya. Baca juga: Museum Batik Baru di Lasem Lestarikan Batik Legendaris Proses pembuatan batik memakan waktu sekitar satu minggu, mulai dari menggambar, mencanting, mewarna, menjemur, watergrass, hingga melorot kain. Satu kain batik dibanderol harga Rp 150 ribu hingga Rp 1,5 juta. Untuk batik tulis harga terendah berkisar Rp 600 ribu.

Ahmad Kholiq Fauzi, pemilik batik gemawang menuturkan mulanya usaha ini dipasarkan di Magelang. “Awalnya saya memasarkan di Kota Magelang. Saya tidak berani masuk Kabupaten Semarang karena ada batik yang lebih dulu dibina oleh dinas Tapi akhirnya ketika mereka tidak bisa memenuhi permintaan, tahun 2009 saya baru masuk Kabupaten Semarang,” tutur Ahmad. Berdiri sejak 2006, kini permintaan Batik Gemawang terus meningkat 10-20 persen per tahun. Kesuksesan Batik Gemawang hingga saat ini tak luput dari tantangan yang dilewati oleh Ahmad. Ia menjelaskan tantangan terberat adalah membuat batik gemawang dikenal dan tidak mati oleh kota-kota lain yang dikenal sebagai kota batik.

“Tantangannya bagaimana kita bersaing, bukan untuk menyaingi tapi tidak mati begitu saja dengan kota yang dikenal sebagai sentra batik,” tutur Ahmad. Karena itu, inovasi dan kreasi terus dikembangkan dengan cara pemilihan motif yang berbeda. Pewarna alam murni juga dimanfaatkan sebagai daya tarik bagi konsumen. Warna-warna yang digunakan untuk kain batik menggunakan pewarna indigofera, tarum atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan Tom.

Tom adalah jenis tumbuhan polong yang tumbuh sebagai gulma bagi tanaman kopi. Hingga saat ini ada 15 karyawan baik full time maupun part time yang memproduksi batik gemawang. Produksi juga dibantu oleh siswa magang dari SMKN 1 Jambu, Kabupaten Semarang. Mila Amelia, siswi kelas XII SMKN 1 Jambu mengaku awalnya merasa kesusahan ketika membuat batik. “Tapi karena sudah terbiasa jadi mudah,” kata siswi jurusan Tata Busana itu di sela-sela mencanting batik. Proses pewarnaan batik berlangsung paling lama setengah hari bergantung dengan tingkat kerumitan motif batik. 

Source https://travel.kompas.com https://travel.kompas.com/read/2019/05/03/092100227/batik-gemawang-khas-kabupaten-semarang-yuk-belajar-membatik-?page=2
Comments
Loading...