Batik Gedog Tuban Naik Kelas

0 179

Batik Gedog Tuban Naik Kelas

Renske Heringa merupakan pengrajin batik yang sedang terlihat berhati-hati untuk membentangkan sehelai Kain Batik Gedog Tuban. Batik dengan bermotif flora kembang berpadu sulur, batik berwarna merah menyala itu memukau perhatian peserta undangan diskusi Tradisi Pembatikan Kampung Kerek, Tuban, di Museum Tekstil Jakarta. Ibu Renske Heringa adalah peneliti independen dan pensiunan dari Universitas Leiden, Belanda. Ia meneliti batik di Indonesia sejak tahun 1970. Bahkan untuk Batik Gedog Tuban, Heringa boleh disebut pemberi inspirasi yang membangkitkan kembali semangat Batik Tuban hingga naik kelas ke pentas dunia.

Batik Tuban sudah tercatat sebagai salah satu batik pesisiran yang mempunyai warna beragam. Menurut Heringa, Batik Tuban mirip batik Cirebon. Kemiripan ini terlihat pada pencelupan warna merah dan biru. Batik Gedog sebenarnya sudah hampir punah. Sebab, orang sudah tidak suka lagi memintal benang. Warga Desa Kampung Kedungrejo, Kerek, Kabupaten Tuban, tempat batik itu berasal, sudah tak membatik lagi. Kalaupun ada, hanya untuk mengisi waktu luang atau pekerjaan sampingan. “Pembuatannya memang rumit. Bukan sekadar membatik dengan lilin atau malam, tapi juga ada pemintalan atau menenun,” ujar Heringa.

Uswatun Hasanah termasuk penerus Batik Gedog yang bertahan. Pemilik label Batik Tulis Tenun Gedog Tuban Sekar Ayu ini adalah penerus batik Gedog generasi ketiga. “Saya bertahan karena mendapat inspirasi dan motivasi dari Heringa,” katanya. Pameran Batik Gedog Tuban di beberapa kota dan mancanegara juga terlihat mempesona. Uswatun bahkan sering diminta mengajari pewarnaan batik gedog Tuban yang indah dan alami kepada beberapa perajin dari daerah lain.

Kegiatan membatik ini dibuat dalam tiga variasi, yakni kain tenun atau ukuran baku kain sepanjang 2 meter, kain 3 meter, dan ukuran khusus yang lebih kecil untuk selendang, syal, atau taplak. Selain panjang kain yang beragam, batik ini memiliki perbedaan kerapatan kain. Struktur tenunan yang merangkai kain akan menentukan bentuk perlakuan yang akan diterima kain selanjutnya. Seperti kain seser, yang mempunyai kerapatan rendah dengan jalinan benang penyusun. Kain ini memiliki kerapatan rendah, sehingga terdapat celah antarbenang yang berbentuk kotak-kotak. “Kondisi ini mengakibatkan kain seser agak sulit diberi motif batik. Namun kain ini memiliki daya pikat dan kini mulai dikembangkan para perajin,” ujarnya.

Batik Gedog Tuban merupakan salah satu khazanah batik Nusantara. Kendati tidak setenar batik Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan, batik ini memiliki makna, baik secara filosofis maupun kekuatan ekonomis. Motif dan pembuatannya yang unik merupakan ciri khas batik gedog Tuban.

Source Batik Gedog Tuban Naik Kelas Batik
Comments
Loading...