Batik “Geblek Renteng” Siap Mendunia

0 8

Batik “Geblek Renteng” Siap Mendunia

Motif batik Geblek Renteng mendominasi pagelaran batik di Road to Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 yang berlangsung di Kota Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7-9 September 2018. JIBB ini merupakan rangkaian pameran batik dari kota ke kota yang puncaknya berlangsung di Yogyakarta pada 2-9 Oktober 2018 nanti. Wates, Kulon Progo salah satu kota yang disinggahinya. Kegiatan ini jadi ajang penegasan bahwa batik budaya tak benda warisan dunia menurut UNESCO dan Yogyakarta menjadi kota batik dunia oleh World Craft Council.

JIBB pun jadi upaya DIY memegang teguh predikat itu. Kulon Progo menonjolkan motif khas Geblek Renteng di Road to JIBB itu. Motif ini semakin populer di masyarakat Kulon Progo sejak muncul di 2012. Sebanyak 75 perajin batik dari Yogyakarta ikut JIBB di Kulon Progo. Lebih dari separuh perajin yang berasal dari desa-desa di Kulon Progo itu menampilkan corak dan kombinasi Geblek Renteng pada kain, selendang, baju, surjan, jarit, tas, kalung, dasi, sarung bantal sampai sepatu. Makanan khas Kulon Progo, geblek, yang dibikin dari pati ketela merupakan inspirasi motif batik.

Bentuknya mirip angka delapan. Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengumpamakan geblek renteng seperti orang bahu membahu dan serupa hakikat manusia yang tidak bisa hidup seorang diri dan saling membantu. “Geblek itu menunjukkan kultur gotong royong. Itu adalah kultur kita,” kata Sutedjo di pembukaan Road to JIBB di Wates, Jumat (7/9/2018). Baca juga: Kenalkan Batik, Dua Pendaki Naiki Tujuh Gunung Tertinggi di Jateng Kebijakan Pemkab Kulon Progo pada 2012 yang menerapkan penggunaan batik motif geblek renteng bagi semua instansi dan sekolah di hari tertentu, menguatkan kebanggaan warga pada motif ini.

Kebijakan mengenakan batik khas ini berimbas pada industri batik di Kulon Progo. Desa-desa di Kecamatan Lendah pun ikut tumbuh. Kebanyakan warga di kampung-kampung Lendah pernah jadi buruh batik bagi juragan-juragan besar di Yogyakarta. Mereka seperti dapat angin segar. Produksi batik Lendah terdongkrak dan jadilah daerah tujuan wisata batik.

Dalam perkembangannya, geblek renteng diklaim merambah ke luar DIY sampai luar negeri. “Kini kita perlu terus menumbuhkembangkan UKM ini,” kata Sutedjo. Baca juga: Manfaatkan Medsos, Irma Rutin Ekspor Batik ke Luar Negeri Selanjutnya, sektor lain juga ikut tumbuh. Tidak hanya sektor perekonomian, tapi juga pariwisata dan budaya. Wakil Ketua Dekranas DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAY) Adipati Paku Alam X menilai geblek renteng paling berhasil menghidupkan batik bagi daerahnya. Geblek Renteng pun dianggap pantas naik kelas ke kancah nasional dan daerah lain perlu meniru keberhasilan ini.

Source https://regional.kompas.com https://regional.kompas.com/read/2018/09/09/10161071/batik-geblek-renteng-siap-mendunia?page=all
Comments
Loading...