infobatik.id

Batik Galuh Butuh Dukungan Pemasaran

0 12

Batik Galuh Butuh Dukungan Pemasaran

Batik Galuh ini berada di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga terus menggeliat diantara kreativitas perajin batik tulis yang tersebar di Purbalingga. Meski telah tumbuh semenjak lima puluhan tahun lalu, ternyata batik tulis produksi para perajin batik di desa Galuh belum mampu menjadi ikon di daerahnya sendiri. Bahkan pemasaranyapun masih terus mengalami kendala.

“Kami berharap ada dukungan dari Pemkab Purbalingga. Misalnya ada pengadaan seragam batik ya jangan pesan produksi luar daerah. Tapi menggunakan batik produk Galuh saja,” ujar Wardi, pemilik Rumah Batik Wardi desa Galuh saat mengikuti Roadshow Kewirausahaan di Kecamatan Bojongsari.

Wardi mengaku siap memenuhi pesanan seragam PNS, meski pesanan itu dalam jumlah banyak. “Kalau batik tulis dan pesananya banyak tentu waktunya harus menunggu cukup lama karena prosesnya cukup lama. Tapi kalau batik campuran atau batik cap, tentu lebih cepat,” aku Wardi yang awalnya juga sebagai buruh di Sokaraja. Kini dirinya bersama keluarga yang lain mencoba mandiri dengan mendirikan Rumah Batik Wardi yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Galuh.

Rumah Batik Wardi tak hanya menjadi penampung produk perajin batik didesanya. Namun telah mampu melakukan proses pewarnaan sendiri. Sehingga proses pembuatan batik dapat dilakukan lebih cepat dan cermat. Sebelumnya para perajin Galuh hanya melakukan proses pembatikan saja dan pewarnaanya dilakukan di luar Purbalingga.

“Kami sudah melakukan pewarnaan sendiri di Rumah Batik Wardi,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Rumah Batik Wardi yang kini menjadi satu-satunya pengusaha batik di desa Galuh menggelar sejumlah batik khas desa Galuh dengan motif Sekarjagat, Lumbon, Barongan, Klawing dan lainya hingga motif batik tulis yang dipadukan dengan batik cap. Kualitas batik campuran ini tak kalah dengan batik tulis.

“Alhamdulillah tadi Ibu Bupati (Hj Erna Sukento-red) memborong batik kami. Mudah-mudahan makin banyak jajaran pemkab yang membeli batik kami,” jelasnya.

Menurut Wardi, dirinya sudah mulai berlatih membatik sejak tahun 1981. Dulu didesanya terdapat ratusan perajin batik yang 90 persen diantaranya hanyalah sebagai buruh. Dia juga merasa prihatin, karena sekarang tinggal tersisa sekitar 50 perajin.

Bersama 5 orang perajin batik yang membantu membatik di rumahnya dan lima orang lainnya membantik di rumah masing-masing, dalam sebulan rata-rata dapat memproduksi 100 batik tulis. “Pemasaran masih lokal dan dipajang di rumah. Beberapa kali juga memenuhi pesanan dari luar kota bahkan hingga Kalimantan, tapi tidak rutin,” jelasnya.

Kabid UMKM Dinperindagkop, Gatot Budi Raharjo menuturkan, untuk mengatasi kendala pemasaran produk kerajinan batik, para perajin harus berani bermitra dengan para reseller dan gallery batik baik di Purbalingga maupun di luar kota. Selain itu, fungsi marketingnya juga harus jalan sehingga makin banyak orang yang mengetahui produknya.

“Kalau di Purbalingga ada rumah batik Sekar Jagad Kandanggampang. Coba dititipkan disana. Atau lainnya. Tentu akan membuka peluang pemasaran lebih banyak lagi,” katanya.

Sementara itu, Camat Bojongsari Ato Susanto mengaku telah melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM di wilayahnya. Menurutnya, di wilayah kecamatan Bojongsari, saat ini terdapat sedikitnya 6.200 pelaku UMKM. Mereka bahkan telah terkelompokan secara alami, semisal untuk kerajinan gula kelapa berada di desa Bumisari, Pekalongan dan Metenggeng. “Kecamatan Bojongsari boleh jadi menjadi kecamatan penghasil gula merah terbesar di Purbalingga,” jelas Ato.

Potensi produk UMKM lainnya, lanjut Ato, adalah kerajinan sapu glagah di desa Kajongan. Termasuk Galuh sebagai pusat produksi Batik. Pelaku UMKM lainnya banyak yang bergerak dibidang makanan. “Saat ini kerajinan batu Klawing di desa Banjaran juga sudah mulai berkembang,” katanya.

Roadshow Kewirausahaan, diisi motifasi oleh Bupati Sukento Rido Marhaendrianto dan Kepala Dinperindagkop Agus Winarno. Diikuti para pelaku UMKM di wilayah kecamatan Bojongsari, Mrebet dan Kutasari.

Source https://bupati.purbalinggakab.go.id https://bupati.purbalinggakab.go.id/batik-galuh-butuh-dukungan-pemasaran/
Comments
Loading...