Batik Fractal

0 193

Batik Fractal

Batik dan fractal merupakan gabungan dari dua konsep yang berbeda. Batik merupakan suatu kesenian sedangkan fractal adalah konsep matematika yang berfokus pada pengulangan, dimensi, literasi, dan pecahan. Kombinasi keduanya menghasilkan suatu konsep baru yaitu batik fractal, penciptaan desain batik menggunakan fractal. Batik fractal ini merupakan hasil penelitian dari sebuah kelompok riset desain asal Institute Teknologi Bandung (ITB) bernama Pixel People Project (Muhammad Lukman, Nancy Margried Panjaitan, dan Yun Hariadi).

Batik Fractal adalah batik dengan sentuhan desainnya dibuat dengan rumus-rumus matematika yang dikerjakan dengan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. Keragaman desain ini dapat dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut dan perulangannya. Kehadiran fractal dalam batik menunjukan bahwa batik merupakan suatu sistem kompleks yang terlahir dari hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Batik fractal merupakan kombinasi dari empat elemen yaitu seni, budaya, sains, dan teknologi.

Motif batik ini dibuat dengan menggunakan software komputer dan saat ini software yang dapat digunakan adalah jBatik. Faktor yang berperan besar untuk menghadirkan fractal pada batik adalah teknik dekoratif yang berhubungan dengan makna simbolis pada batik, yaitu isen atau mengisi motif besar dengan motif kecil yang mirip dengan kesamaan diri pada fractal. Batik fractal merupakan inovasi baru di bidang batik yang memanfaatkan sebuah software yang dapat mengolah rumus matematis untuk menciptakan pola tertentu dalam pembuatan batik.

Ada tiga tipe pola komputasional yang dapat menjadi bentuk generatif motif batik fractal antara lain :
  1. Fractal Sebagai Batik

Hasil simulasi komputer dalam bentuk fractal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional. Beberapa jenis fractal yang dikustomisasi dapat didesain sebagai inspirasi atas konstruksi desain batik.

  1. Hibrida Fractal Batik

Pola motif dalam fractal dan motif batik digunakan sebagai bahan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan. Modus dari desain ini adalah menggabungkan pola yang dilahirkan secara komputasional dan apa yang dilahirkan melalui tradisi budaya batik yang dikenal luas.

  1. Batik Inovasi Fractal

Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fractal. Dua motif batik diproses ulang sehingga menghasilkan motif yang benar-benar baru dengan memperhatikan pola dan prinsip proses membatik.

Motif batik fractal dapat dituangkan dalam bentuk batik print maupun cap. Setelah pola desain jadi, dicetak di atas kain, baru dikerjakan dengan proses tradisional dengan cap atau canting. Penggunaan malam serta proses pewarnaan membuat kualitas batik fractal tak kalah dengan batik tradisional. Motif-motif yang banyak dihasilkan diantaranya adalah motif batik Buketan (Pekalongan), Kangkungan (Cirebon), Parang Rusak (Yogyakarta), dan Banji, yang dipengaruhi budaya Tionghoa. Hasilnya, motif batik dapat dibuat dengan waktu relatif cepat, dan mudah diperbanyak. Tak hanya itu, selain bisa diaplikasikan di selembar kain, motif batik buatan komputer ini juga bisa diaplikasikan di media kayu dan akrilik. Selain diproduksi dalam bentuk produk fashion, batik fractal juga bisa muncul pada desain interior, mobil, kursi, maupun homeware.

Source Batik Fractal Batik
Comments
Loading...