Batik Ethnic Sekar Purnama

0 181

Batik Ethnic Sekar Purnama

Kota Tangerang Selatan memiliki batik-batik khas yang memiliki ciri kekayaan budaya masyarakat di Tangerang Selatan. Tetapi belum banyak masyarakat yang tinggal di wilayah Tangerang Selatan yang mengetahui Kota Tangerang Selatan memiliki batik etnik yang sudah merambah ke berbagai negara.

Dra. Neity Fariza Kusmilianti merupakan seorang warga Tangerang Selatan penggiat batik dan sekaligus sedikit dari warga Tangerang Selatan yang dengan konsisten mengembangkan batik khas Tangerang Selatan. Dengan Batik Ethnic Sekar Purnama, Neity telah mengembangkan batik-batik khas Tangerang Selatan dengan menggunakan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Batik Ethnic Sekar Purnama sudah ada dan telah eksis sejak tahun 2005 dengan memiliki ciri khas batik tulis dan cap dengan motif flora, fauna dan budaya. Bermula dari pameran di Tokyo, Jepang, tahun 2005 dan 2006, dimana hasil perpaduan desain, warna, nuansa dan tema pada batik kreasinya menarik perhatian pengunjung pameran yang kala itu itu kebanyakan terdiri dari para diplomat asing dan keluarga istana Kekaisaran Jepang.

Menurut Neity, Batik khas Tangerang Selatan memiliki 7 motif utama, yaitu:

  • Blandongan: merupakan sebuah ikon Kota Tangerang Selatan yang merupakan lambang masyarakat yang harmonis penuh kekeluargaan.
  • Pesona Anggrek: mengangkat keindahan bunga anggrek sekaligus menonjolkan potensi Tangsel sebagai sentra produksi bunga anggrek dan dijadikan kebanggaan dan ikon Kota Tangerang Selatan.
  • Situ Gintung: motif yang menggambarkan flora yang tumbuh subur di Situ Gintung.
  • Ondel-Ondel: motif yang menggambarkan budaya Betawi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Kota Tangsel.
  • Debus: motif yang menggambarkan budaya khas Banten yang penuh keajaiban.
  • Lereng Jawara: Golok adalah aksesori khas jawara Banten tempo dulu, dimana Kota Tangsel berada.
  • Albantani: Motif Albantani diambil dari motif keramik pada situs peninggalan Kesultanan Banten Lama.

Batik Etnik memiliki ciri utama warna yang digunakan adalah hijau toska. Hijau toska merupakan warna yang cantik sesuai dengan moto Kota Tangsel : Cerdas, Modern dan Religius. Warna hijau juga melambangkan pertumbuhan, keamanan dan harapan. Tidak hanya hijau toska, warna-warna lain yang sering digunakan dalam batik etnik Tangerang Selatan adalah merah, coklat, kuning dan hitam.

Source Batik Ethnic Sekar Purnama Batik
Comments
Loading...