Batik Eka Semarang demi Cinta Tradisi

0 162

Batik Eka Semarang demi Cinta Tradisi

Tresno jalaran soko kulino, sering dikatakan pada orang tua dulu. Cinta tumbuh karena terbiasa. Ungkapan dalam Bahasa Jawa itu pas pada diri  Solekah mengeapa dia akhirnya menggeluti bisnis batik. Menurut perempuan yang karib dipanggil Eka itu, kecintaannya pada batik didorong juga kesadarannya untuk  meneruskan warisan dari leluhur yang adiluhung, sarat dengan makna Menurut alumni Fakultas Teknik Elektro Universitas Sultan Agung ini, Batik Eka  sebetulnya sudah dirintis  pada 2005.

Mantan karyawan sebuah vendor ponsel ini mengaku lahir di lingkungan pembatik di tempat asalnya Cirebon. Eka menyebut, modal awanya Rp25 juta untuk bisnis produk baju ready to wear. Kemudian dia mendapat dana Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dari PKBL Peruri sebesar Rp70 juta.

Menurut ibu dua anak ini, pemasaran Batik Eka lebih dominan di Jakarta. Di Semarang harga nominal tinggi tidak terlalu banyak peminatnya. Menjalankan bisnis dengan beban sebagai pelanjut tradisi membuat Eka sempat stres. Pada 2009 dia ingin meninggalkan batik,  kemudian mencari pekerjaan sesuai akademiknya di jurusan teknik Elektro. Pilihan Eka tepat. Bisnisnya kini berkembang. Dia mampu member pekerjaan pada dua puluh karyawan. 

Source http://majalahpeluang.com/ http://majalahpeluang.com/batik-eka-semarang-demi-cinta-tradisi/
Comments
Loading...