Batik Ecoprint Karya Eri Tembus Pasar Australia

0 109

Batik Ecoprint Karya Eri Tembus Pasar Australia

Motif kain yang dibuat oleh Eri Triaswati (50), warga Sidomoyo, Godean, Sleman tersebut tampak berbeda. Corak-corak daun jati memenuhi permukaan kain berbahan katun putih tersebut. Warnanya pun tak beda jauh dengan daun aslinya. Meskipun demikian, corak tersebut justru memunculkan kesan yang unik. Bahkan cukup mewah untuk digunakan.

Namun siapa yang menduga kalau motif tersebut benar-benar dibuat dengan menggunakan cetakan daun jati asli. Ia juga mengatakan bahwa proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Seluruh bahan untuk motif kainnya pun mudah diperoleh, karena ada di sekitar rumahnya sendiri.

Eri menceritakan gagasan membuat motif Eco Print berawal pada 2017 lalu. Saat itu, ia bersama putrinya sangat tertarik dengan produk-produk busana yang ramah lingkungan. Lewat dari situlah keduanya lalu mulai merintis usaha kain memanfaatkan motif Eco Print tersebut. Keduanya juga belajar secara otodidak bagaimana cara menerapkan sistem tersebut sehingga menjadi motif yang cantik.

Tidak hanya daun jati, usaha bernama Alfshine itu juga mengembangkan motif-motif berbahan dasar alami lainnya. Motif yang ada antara lain daun lanang, daun jarak, hingga berbagai jenis bunga dan dedaunan lainnya. Eri pun sempat menunjukkan bagaimana proses Eco Print dilakukan. Beberapa lembar daun jati diposisikan pada permukaan kain katun putih polos.

Selanjutnya secara perlahan kain kemudian digulung secara perlahan agar posisi daun di dalam tidak bergeser. Selanjutnya, kain tersebut dimasukkan ke dalam panci untuk dikukus selama dua jam. Setelah dikukus, motif daun jati berwarna kemerahan akan tercetak pada kain tersebut. Tidak main-main, kain Eco Print hasil karya ibu dan anak tersebut sudah menembus pasar Australia. Keduanya bahkan secara rutin mengirimkan pesanan ke Negeri Kangguru tersebut.

Selain Australia, untuk dalam negeri pemasaran kain tersebut telah mencapai Jakarta hingga Bali. Per bulannya, Eri dan putrinya dibantu oleh 3 karyawan mampu membuat 80 hingga 100 lembar kain. Selain kain, Alfshine juga menyediakan produk pakaian jadi untuk pria dan wanita serta berbagai aksesoris lainnya. Semuanya menggunakan motif Eco Print.

Eri mengaku senang menjalani usaha produksi Eco Print tersebut. Sebab ia mengatakan usaha tersebut setidaknya tidak sepenuhnya beresiko merusak alam. Lewat produknya ini pula ia mengkampanyekan agar masyarakat kembali menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap alam lingkungan sekitarnya. Salah satunya dengan ajakan menanam pohon yang daunnya menjadi bahan untuk Eco Print.

Source https://jogja.tribunnews.com/ https://jogja.tribunnews.com/2019/06/16/batik-ecoprint-karya-eri-tembus-pasar-australia?page=3
Comments
Loading...