Batik Druju Malang

0 337

Batik Druju Malang

Batik Druju mulai berdiri pada tahun 2003 dan menjadi salah satu batik kebanggaan masyarakat Kota Malang. Tepatnya di Dusun Wonorejo Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Dengan suasana alam yang eksotis, mendorong karya Batik Druju menjadi batik yang cukup diperhitungkan di kalangan menengah ke atas.

Batik Druju dirintis dan dikelola oleh Sumardiyanti atau akrab disapa Antik Subagio yang merupakan pemilik Butik Andis Batik. Awal menekui pada tahun 1996 usaha batik ini, menurut Antik bukan karena meneruskan usaha warisan (keturunan) atau karena memiliki keahlian membatik, tapi karena kecintaannya terhadap batik, itu tercermin dari kecintaan orang tuanya yang suka membatik dan hanya untuk dipakai sendiri. Selain kecintaan terhadap batik, ia termotivasi untuk menciptakan sesuatu yang menjadi ciri khas Kabupaten Malang terutama motif batik khas Kabupaten Malang.

Untuk dapat memulai usahanya, Antik belajar ke Solo dan Yogyakarta. Setelah merasa cukup ilmu Antik mengawali dengan membuat 6 (enam) sket batik, karena belum memiliki peralatan proses pembatikan dan tenaga pembatik, sket-sket (desain) yang telah selesai dikirim ke Tanjung Bumi (Madura) untuk dilakukan pemrosesan lebih lanjut sampai menjadi batik. Awal Antik memulai usahanya, perkembangan Batik Tanjung Bumi (Madura) belum pesat seperti saat ini.

Dari hasil batik yang dihasilkan Antik bagus, membuat mitra kerjanya puas dan berani memperkenalkan dan memasarkan ke teman-temanya seperti dari Italia, Jepang, Perancis, Amerika dan lain-lain, dan ternyata mereka menyukai motif batiknya. Berawal dari sinilah antik mulai mendapatkan order (pesanan) untuk pasar luar negeri.

Batik Druju belum ada yang menyamainya, karena tidak biasa dalam pembuatannya bahan kain dijahit lebih dahulu menjadi busana, baru dibuat desain, pencantingan dan kemudian dilakukan proses pembatikannya. Cukup unik, itulah ciri khas Batik Druju, dimana terlihat corak-corak batik yang menyambung dari bagian depan ke bagian belakang. Motif Batik Druju sambung-menyambung karena ditorehkan setelah kain dijahit menjadi pakaian tadi.

Ciri khas dari Batik Druju identik dengan warna hitam pekat, lebih pekat dari batik manapun. Proses pembuatannya terbilang sangat lama. Pembuatan satu baju membutuhkan waktu satu bulan, sedangkan batik yang terbuat dari kain sutera membutuhkan waktu pembuatan sekitar satu tahun lamanya dan harga dari batik sutra hingga mencapai Rp. 25 juta. Motif awal Batik Druju dengan Motif Spiral, Motif Ramuan dan Motif Candi Singosari, motif tersebut terdiri dari Motif Organis dan Motif Geometris. Motif Organis dalam batik Druju terdapat tiga jenis yaitu Motif Floratif, Motif Fauna, Motif Benda Alam dan Motif Sosial. Selain terilhami oleh alam sekitar desa Druju, ternyata Motif Batik Druju juga terpengaruh oleh motif batik tradisional dari daerah lain.

Source http://andis-druju.blogspot.co.id/ http://andis-druju.blogspot.co.id/p/sejarah-batik-druju.html
Comments
Loading...