Batik Dewi Hariti

0 70

Batik Dewi Hariti

Batik Dewi Hariti dibuat dengan menggunakan bahan yang digunakan dalam pembuatan Batik Motif Dewi Hariti ini adalah kain primisima. Bahan pewarna yang digunakan adalah zat remasol. Teknik pewarnaan menggunakan smok kenyuk dan smok celup. Kain primisima memiliki sifat bahan yang dapat bertahan dengan suhu panas pada proses pelorodan, dapat menyerap warna, sehingga kain ini dapat melalui proses membatik dengan baik. Dalam proses pembuatan karya ini menggunakan teknik batik tulis dan teknik pewarnaan smok.

Adapun tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam pembuatan karya ini, seperti pembuatan desain, mewarna, memola atau menjiplak, mencanting, melunturkan dan melorod. Teknik pewarnaan pertama adalah teknik smok kenyuk dengan menggunakan larutan warna remasol biru TQ, biru RSP, dan ungu SR. Sebelum warna dikunci menggunakan larutan waterglass, kain terlebih dahulu dijemur dan ditaburi soda abu secara merata. Kemudian ditutup malam sesuai dengan pola menggunakan canting. Selanjutya kain dilunturkan menggunakan larutan zat sulfurit H2SO4 dan larutan soda abu. Setelah itu kain diwarna kembali menggunakan teknik smok celup dengan larutan remasol warna hitam B yang dicampur dengan biru RSP. Lalu kain direntangkan untuk di smok dan ditaburkan soda abu lalu dikunci kembali menggunakan larutan waterglass. Setelah proses pewarnaan selesai, kain disetrika agar rapi.

Batik ini dibuat dengan pengulangan motif Dewi Hariti yang sedang menari dengan kombinasi motif pendukung seperti sulur-sulur daun yang memenuhi kain. Dewi Hariti adalah dewi yang dikenal sebagai dewi pelindung dan kesuburan. Sesuai dengan Dewi Hariti, diharapkan si pemakai juga dapat saling melindungi dan memberi kebaikan terhadap sesama.

Source http://eprints.uny.ac.id/45916/1/Lap.TAKS%20full.pdf
Comments
Loading...