Batik dan Tenun dalam Festival Budaya RI di Senegal

0 154

Batik dan Tenun Laris Manis dalam Festival Budaya RI di Senegal

Pada peragaan busana batik dan tenun serta pameran ragam kuliner Indonesia telah menarik perhatian ratusan warga Senegal dan para ekspatriat untuk mengunjungi Festival Budaya Indonesia yang diselenggarakan di Wisma Duta di Dakar, Senegal pada tanggal 20 November 2017. Busana Batik dan Tenun karya desainer Nita Seno Adji, Rudi Chandra, Defrico Audy dan Malik Moestaram telah memesona para tamu undangan yang hadir dari berbagai kalangan. Selain itu, keindahan Tenun Bali Nita Seno Adji dan Tenun Sabu (NTT) Rudy Chandra membuat para pengunjung terkesima menyaksikan peragaan busana yang ditampilkan oleh para model profesional dari Komite Miss Senegal dan masyarakat ekspatriat di Dakar.

Keanggunan motif dan warna yang dipersembahkan Tenun Sumba Defrico Audy dan Gaun Batik Solo Malik Moestaram juga telah menyihir perhatian para pengunjung. Untuk mendukung promosi ekonomi, berbagai macam produk furnitur Indonesia juga turut dipamerkan. Produk-produk tersebut disediakan secara khusus oleh Libelulle, sebuah toko furnitur di Senegal yang khusus mengimpor barang-barang kerajinan tangan dan furnitur dari Indonesia. Dubes RI Dakar, Mansyur Pangeran, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya Festival Budaya Indonesia adalah untuk mendukung industri batik nasional dan daerah yang diakui sudah memberikan kontribusi positif dalam ekspor nonmigas.

Batik dari tahun ke tahun semakin berkembang, modern dan menjadi kekayaan nasional yang bernilai tinggi, maka dari itu kita perlu melestarikan dan meningkatkan nilai tambah batik. Tenun memang belum setenar batik, namun kain ini memiliki kekhasan pada warnanya. Selama ini masyarakat Indonesia dianggap masih kurang mencintai produk dalam negeri. Masyarakat lebih bangga menggunakan produk yang justru berasal dari luar negeri. Masyarakat perlu tahu bagaimana perjuangan para penenun untuk dapat menjual produknya. Oleh karena itu, Tenun juga perlu kita lestarikan dan promosikan. Acara yang diselenggarakan dari sore itu, dibuka oleh Febie Mansyur, yang mengharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi awal kerja sama yang baik antara kedua negara di bidang fashion diplomacy.

Ke depannya dengan diadakan kegiatan ini akan terjadi kolaborasi antara desainer Indonesia dan desainer Senegal dalam bentuk pertukaran informasi, workshop tentang fashion, motif, bentuk, dan material bahan-bahan dasar pakaian. Selain itu, ia mengharapkan adanya kunjungan balasan dari para desainer Senegal untuk mengikuti berbagai kegiatan fashion di Indonesia seperti Jakarta Fashion Week dan Indonesian Muslim Fashion Ramadhan.

Source http://www.liputan6.com/ http://global.liputan6.com/read/3178884/batik-dan-tenun-laris-manis-dalam-festival-budaya-ri-di-senegal?source=search http://www.liputan6.com/tag/senegal
Comments
Loading...