Batik Colet Cilacap Tembus 15 Pasar Mancanegara

0 147

Batik Colet Cilacap Tembus 15 Pasar Mancanegara

Batik Colet khas Rajasa Mas Cilacapan yang pada zaman dahulu dikenal sebagai kain batik untuk kaum jelata kini sudah sejajar dengan batik-batik dari daerah lainnya. Bahkan, batik ini banyak digemari oleh warga yang ada di luar Pulau Jawa. Pemasarannya pun sudah merambah di 15 negara, antara lain negara Spanyol, Flaminggo, Australia hingga Turki. Pada dasarnya, batik ini adalah batik tulis. Hanya saja pewarnaan dasar menggunakan sistem colet atau kuas. Selain itu, batik colet memiliki warna yang khas karena menggunakan bahan pewarna asli dari tumbuh-tumbuhan. Batik ini tak kalah dengan batik dari daerah lain seperti Yogya, Solo, Pekalongan, Lasem dan daerah lainnya.

Seorang perajin batik colet Euis Rohaini yang merupakan warga Desa Maos Kidul, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah juga pemilik rumah produksi Batik Raja Samas dengan tekun membuat goresan sket untuk dibatik. Dibantu beberapa warga setempat, Euis mulai melakukan proses pembatikan dengan tekun menorehkan bahan batik melalui canting ke kain mori maupun kain sutra. Proses selanjutnya adalah melakukan pewarnaan dengan menggunakan beberapa kuas kecil dan bahan pewarna yang terbuat dari bahan alami seperti pohon mahoni, pohon indigo, julawi dan lain-lain yang menjadikan warna kain ini cerah namun alami.

Sistem pewarnaan pada pembuatan Batik Colet menggunakan kuas kecil ini dimaksudkan agar lebih hemat waktu pengerjaan dan memangkas biaya produksi karena dalam batik colet setelah melalui pewarnaan inti, langsung dilakukan pewarnaan secara keseluruhan. Berbeda dengan batik tulis biasa yang harus melalui proses beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Batik Maos Rajasa Mas sendiri mempunyai ciri yakni mayoritas bermotif bunga dan dedaunan. Seperti Motif Daun Tapak Jalak, Bunga Wijaya Kusuma, Kembang Ampring dan sebagainya. Mengenai harga untuk batik tulis colet antara Rp200 ribu hingga jutaan rupiah sedangkan untuk baju desain khusus antara Rp900 ribu hingga Rp2,5 juta rupiah. Ketua Paguyuban Batik Wijaya Kusuma Cilacap, Ansor Balasikh menyatakan untuk lebih memajukan batik di Cilacap pihaknya memberikan pelatihan dengan target satu kecamatan dapat memiliki satu perajin batik.

Source https://economy.okezone.com/ https://economy.okezone.com/read/2016/03/05/320/1328602/batik-colet-cilacap-tembus-15-pasar-mancanegara https://economy.okezone.com/topic/383/umkm
Comments
Loading...