Batik Ciwaringin Eksotis dengan Pewarna dari Kulit Durian

0 161

Batik Ciwaringin Eksotis dengan Pewarna dari Kulit Durian

Batik Ciwaringin mungkin masih kalah terkenal dibandingkan dengan Batik Trusmi. Tetapi, batik yang juga asli Cirebon ini patut untuk dikenal. Selain motif-motifnya yang menarik, bahan bakunya juga alami. Bahan baku pewarna batik yang berpusat di Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon ini berasal dari tumbuh-tumbuhan. Bisa dari daun, kayu, dan kulit buah-buahan. Salah satu perajin Batik yang memanfaatkan limbah-limbah dari kulit buah durian adalah Sudjai.

Bahan baku pewarna tersebut, didapatkan dari limbah-limbah pasar. Beberapa bahan yang biasanya dijadikan untuk bahan baku pewarna adalah kulit durian, kulit jengkol, daun mangga, dan juga serabut kelapa. Biasanya, untuk dapat bahan tersebut perajin batik membayar warga untuk mencarinya di pasar. Biasanya kulitnya akan dibuang tetapi di tangan salah satu perajin Batik Ciwaringin bisa dijadikan sebagai pewarna alami.

Harganya cukup variatif, tergantung dari bahan dan motifnya. Sudjai menjual koleksinya tersebut mulai dari Rp200 ribu hingga jutaan rupiah. Beberapa motif yang cukup dicari oleh konsumen yaitu Ganepo, Tebu Sekeret, Ceker Ayam, dan Ikan Cupang. Memang harga yang ditawarkan cukup lumayan mahal karena pewarna yang digunakan berasal dari limbah-limbah pasar yang sudah dibuang.

Penjualan batiknya sudah merambah hingga penjuru nusantara. Walaupun belum ekspor, sejumlah turis asing sudah sering berkunjung ke showroom-nya. Marlina Ongkowijoyo, salah satu pembeli, mengaku tertarik dengan Batik Ciwaringin karena warnanya yang lembut. Selain itu, pewarna alami yang digunakan pada batik ini menjadi daya tarik tersendiri.

Source Batik Ciwaringin Eksotis dengan Pewarna dari Kulit Durian Pewarna Alami Batik
Comments
Loading...