Batik Cirebon Motif Sawat Pengantin

0 393

Batik Cirebon Motif Sawat Pengantin

Batik Mega Mendung sebagai motif batik kebanggaan masyarakat Cirebon, tetapi anggapan orang itu salah karena Cirebon khususnya Desa Trusmi masih banyak memiliki motif batik yang salah satunya diberinama Motif Sawat Pengantin. Batik Sawat Pengantin merupakan batik kelas atas, yang dahulu sering dipakai oleh keluarga keraton Cirebon. Juga sering dikenakan pasangan pengatin, hal ini karena filosofi batik Sawat Pengantin yang dipercaya bisa melindungi kehidupan pemakainya.

Kata Sawat berarti sayap atau dalam bahasa Cirebon disebut Lar. Sebagian masyarakat pada zaman dahulu berpendapat bahwa kata Sawat berasal kata “Sahwat”. Batik Sawat Pengantin terdiri dari dua pola atau motif, yang pertama motif pohon hayat dikelilingi motif lidah dan motif meru. Pola yang kedua adalah pohon hikayat dikelilingi motif lidah, motif lar (garuda), dan motif meru. Motif lidah api yang terdapat pada batik sawat ini tersusun secara gradasi dan menjadi puncak motif meru yang melingkupi motif lainnya. Motif pohon hayat seolah dikelilingi oleh motif lain seolah menjaga keseimbangan hubungan kosmos secara vertikal dan horisontal.

Motif Batik Sawat Pengantin sendiri memiliki makna tentang gambaran hubungan mikrokosmos (batin manusia), yakni tentang eksistensi lahiriah, jasmaniah, dan eksistensi batiniah pada manusia. Kemudian, batik sawat pengantin juga memiliki makna tentang makrokosmos, yakni memosisikan kedudukan manusia hanya bagian dari semesta. Pandangan tentang mikro-makro kosmos menyebutkan bahwa ada tiga dunia atau alam, yakni alam niskala (alam yang tidak dapat dilihat oleh indera pengelihatan), alam sakala niskala (alam yang dapat dilihat oleh indera pengelihatan tetapi juga tidak dapat terlihat oleh indera pengelihatan), dan alam sakala (alam yang dapat dilihat oleh indera pengelihatan).

Source Batik Cirebon Motif Sawat Pengantin Motif Batik
Comments
Loading...