Batik Cirebon : Batik Keraton Cirebon Wadasan, Amat Khas

0 73

Batik keraton Cirebon memiliki ciri khas yang tidak terdapat dalam batik daerah manapun, yaitu adanya ragam hias yang disebut “wadasan”.

“Wadasan” berasal dari kata “wadas”, artinya adalah batu karang / batu cadas.

Ragam hias berupa batu karang (batu cadas) ini terinspirasi dari panorama alam daerah Cirebon sebagai daerah pesisir yang di pantainya banyak terdapat batu karang. Ragam hias berupa batu karang ini ditemukan di keraton-keraton Cirebon, seperti keraton Kasepuhan dan keraton Kanoman sebagai ornamen penghias taman yang disandingkan dengan patung-patung singa. Di keraton Kasepuhan, ornamen batu karang ini dijadikan ornamen hias di dinding (tembok) keraton yang digambarkan dalam pola imajinasi menyerupai pola “mega mendung dalam posisi vertikal”.

Ragam hias batik “wadasan” ini ditemukan di semua jenis batik keraton – ada yang menggunakan motif wadasan ini sebagai ragam hias utama, ada yang menggunakannya sebagai ragam hias pendamping saja. Batik-batik yang menggunakan “wadasan” sebagai ragam hias utama kemudian dikenal dengan “batik wadasan”. Beberapa contohnya adalah motif “rajegwesi”, motif “panji semirang”, motif “wadas grompol”.

Rajeg = pagar, wesi = besi.

Rajegwesi memiliki filosofi bahwa agar kehidupan aman dari gangguan luar, harus memiliki pengaman yang kuat dan kokoh.

Bagi masyarakat Cirebon yang mayoritas beragama Islam, motif “wadasan” merupakan perlambang agar dalam kehidupan setiap manusia memiliki dasar yang kokoh.

Source kepulauanbatik.com kepulauanbatik.com/2016/03/31/batik-keraton-cirebon-1-wadasan
Comments
Loading...