Batik Cirebon : Batik Keraton Cirebon Motif Paksi Naga Liman

0 142

Keraton Kanoman, Cirebon. Diperkirakan kereta kencana ini dibuat pada tahun 1608 berdasarkan angka Jawa 1530 yang terdapat pada leher badan kereta yang merupakan angka tahun Saka. Konon, dahulu kereta ini digunakan oleh Sultan Kanoman untuk menghadiri acara kebesaran kerajaan serta digunakan pada kirab pengantin keluarga sultan. Sesuai namanya, Kereta Paksi Naga Liman ini dirancang sebagai perpaduan dari 3 hewan, yaitu Paksi, Naga, dan Liman.

  • Paksi (burung garuda) melambangkan alam atas atau langit – dianggap mendapat pengaruh dari Mesir.
  • Naga, melambambangkan kekuatan alam bawah atau air – dianggap merupakan pengaruh dari Cina
  • Liman (gajah) melambangkan alam tengah atau bumi – dianggap merupakan pengaruh dari India

Perpaduan ke-3 hewan tersebut dirancang menjadi bentuk kereta kencana dengan tempat duduk penumpang berwujud badan gajah yang kakinya dilipat, berekor naga, bersayap garuda, dan berkepala perpaduan antara naga dan gajah. Sedangkan di bagian kepalanya, kepala gajah berbelalai mencuat ke atas memegang trisula dan tombak. Kereta Paksi Naga Liman ini menjadi inspirasi salah satu motif batik klasik aliran keraton yang dimiliki oleh Cirebon.

Motif Paksi Naga Liman ini menggambarkan peran raja atau sultan sebagai penguasa dan pengayom bagi semesta alam di Cirebon. Sedangkan belalai gajah yang memegang trisula dan tombak membawa pesan bahwa raja (sultan) harus memiliki cipta, rasa dan karsa yang tajam.

Source Kepulauan Batik kepulauanbatik.com/2016/04/02/motif-keraton-cirebon-2-paksi-naga-liman
Comments
Loading...