Batik Cangkring dari Kampung Batik Bansari

0 202

Batik Cangkring dari Kampung Batik Bansari

Masyarakat Padukuhan Bansari, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari berhasil merintis Kampung Batik sudah tiga bulan terakhir. Pendirian kampung tersebut selain untuk melestarikan warisan nenek moyang juga untuk mengembangkan perekonomian warga setempat. Bapak Guntur Susilo merupakan salah satu penggagas Kampung Batik Bansari mengungkapkan ide untuk mendirikan kampung tersebut mendapatkan respon positif dari warga setempat. Setiap hari Minggu, para masyarakat tekun mempelajari batik di kelompok belajar yang mereka namakan Gendhis.

Semangat masyarakat Bansari dalam mempelajari batik sangat besar. Meskipun pada awalnya mereka masih awam tentang batik, namun setelah tiga bulan warga mulai terampil membatik kain dengan corak-corak batik. Sudah ada sekitar 25 orang yang ikut mempelajari seni batik di kelompok belajar Gendhis dan semua alat yang dibutuhkan untuk membatik disediakan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Selain membatik motif, masyarakat juga tengah mengembangkan sebuah motif baru yang akan menjadi ciri khas dukuh Bansari, yaitu Motif Cangkring.

Pemberian nama pada Batik Cangkring diambil dari nama Dusun Cangkring yang sekarang terkenal dengan nama Padukuhan Bansari. Cangkring merupakan salah satu nama pohon yang tumbuh disekitar padukuhan. Sehingga untuk mengabadikan nama pohon tersebut, warga menamakan batiknya dengan nama Cangkring. Selain namanya yang diabadikan untuk nama batik, motif dari Batik Cangkring banyak meniru dari Motif Daun Cangkring. Batik Cangkringan diproduksi oleh Kelompok Usaha Bersama di RT 01 Padukuhan  Bansari, Desa Kepek  Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Source Batik Cangkring dari Kampung Batik Bansari Batik
Comments
Loading...