Batik Cagar Budaya Khas Klaten

0 254

Batik Cagar Budaya Khas Klaten

Batik Bayat mulai berkembang pada tahun 80-an dimulai dari desa Jarum. Berawal dari para pemuda yang bekerja di galeri-galeri lukisan batik di Yogyakarta. Melihat tingginya permintaan lukisan batik dan kurangnya pasokan, mendorong para pemuda untuk pulang kembali dan mulai memproduksi sendiri lukisan batik yang kemudian mereka jual ke Yogyakarta. Sebuah perubahan yang baik dari hanya pegawai menjadi produsen. Maka tidaklah mengherankan jika motif batik yang dihasilkan oleh daerah jarum bermotif modern, bebas dengan warna-warnanya yang cerah.

Meski telah banyak mengalami modifikasi Batik Bayat secara kontemporer, batik Bayat juga masih mempunyai motif khas, seperti Gajah Birowo, Pintu Retno, Parang Liris, Babon Angrem, dan Mukti Wirasat. Semua motif batik Bayat ini dominan dengan warna soga atau kecoklatan yang identik dengan warna batik Kasunanan Surakarta.

Selain itu Batik Tulis Bayat yang berusaha melestarikan salah satu cagar budaya bangsa ini sejak awal tahun 2011 mulai mengembangkan Batik Cagar Budaya yaitu mengenalkan motif-motif yang diinspirasi dari objek Cagar Budaya, salah satu diantaranya diadopsi dari motif ragam hias yang ditemukan pada relief Candi. Daerah Bayat yang secara kultural tidak jauh dari kawasan candi-candi di Prambanan dan sekitarnya, dari beberapa relief seperti misalnya Pohon Kalpataru dan Kinara-Kinari yang ditemukan di Kompleks Candi Lara Jonggrang, Prambanan.

Source http://batiktulisbayat.blogspot.co.id/ http://batiktulisbayat.blogspot.co.id/2012/01/batik-cagar-budaya.html https://fitinline.com/article/read/batik-bayat-klaten
Comments
Loading...