Batik Bisa Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

0 55

Batik Bisa Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

Fashion ramah lingkungan atau eco-fashion menjadi isu hangat fashion secara global beberapa waktu terakhir. Indonesia sendiri turut serta mengupayakan gerakan ini melalui kain batik. Dulu proses pembuatan kain batik masih menggunakan teknik pewarnaan alami. Pewarna alami tersebut didapat dari keanekaragaman hayati di lingkungan sekitar pengrajin batik. Pewarna alami inilah yang menjadi landasan fashion ramah lingkungan.

Untuk mengangkat kembali popularitas teknik pewarnaan alami yang sempat tersisih oleh pewarna kimia, Yayasan Batik Indonesia (YBI) tahun ini mengusung tema “Pesona Batik Warna Alam” pada pagelaran Gelar Batik Nusantara (GBN). Diselenggarakan oleh YBI sejak tahun 1996, Gelar Batik Nusantara memiliki upaya untuk mempromosikan dan mengembangkan batik dan kerajinan dalam negeri.

Pada konferensi pern GBN yang dilaksanakan di Galeri Indonesia Kaya, 12 April lalu, praktisi pelaku pewarnaan alami sekaligus Owner & Designer Galeri Batik Jawa, Nita Kenzo, memaparkan proses pewarnaan alami yang terbilang unik. Selain bahan yang didapat dari tumbuhan seperti kulit kayu, daun, buah, dan bunga, proses produksinya pun memakan waktu yang lebih lama karena pewarna alami tersebut tidak bisa menempel di kain dalam waktu sekejap. Diperlukan proses pewarnaan berulang untuk dapatkan hasil warna yang diinginkan. Misal, untuk batik dua warna, gelap dan terang, dibutuhkan 7-20 kali celup. Berbeda dengan pewarnaan kimia yang perlu 2 kali celup saja. Meski dari segi warna pewarna alami tidak menghasilkan warna yang vibrant seperti pewarna sintetis, namun proses pengerjaannya yang lama dapat menambah nilai jual kain batik tersebut.

Source https://www.fimela.com/ https://www.fimela.com/fashion-style/read/3517703/dengan-pewarnaan-alami-batik-bisa-jadi-produk-fashion-ramah-lingkungan
Comments
Loading...