Batik Besurek Khas Bengkulu Terasing di Negeri Sendiri

0 13

Batik Besurek Khas Bengkulu Terasing di Negeri Sendiri

Batik di Indonesia begitu beragam. Setiap daerah memiliki batik dengan ciri khas tersendiri. Keunikan dan kekhasannya membuat siapapun takjub dan bangga memakainya. Di salah satu acara di sebuah televisi swasta mengangkat tema batik. Dalam perbincangannya, disebutkan macam-macam batik dari berbagai daerah yang sering disebutkan, terkecuali, batik besurek khas Bengkulu.

Orang hanya tau, batik Solo, batik Cirebon, batik lasem, batik mega mendung, dan lain-lain. Bahkan untuk di Provinsi Bengkulu sendiri, batik besurek ini kalah dengan batik lain. Batik besurek hanya dipakai di perkantoran dan sekolahan, itupun batik printing. Namun untuk keseharian, warga Bengkulu nyaris tidak ada yang menggunakannya. Kalo begini caranya bagaimana kita bisa melestarikan batik besurek ini? Setelah ditelusuri inilah alasannya:

Bengkulu masih sedikit memiliki Industri Batik yang mandiri.

Jika dibandingkan dengan kota Solo yang sudah mempunyai gallery dan industri batik yang banyak. Saya bisa perkirakan setiap gallery batik mempunyai tenaga penjahit sendiri yang digaji khusus sehingga biaya produksi tidak begitu membengkak, hingga akhirnya batik bisa didapatkan dengan harga murah. Jadi tidak heran kenapa di Jawa, khususnya di Solo, batik begitu sering dipakai dari anak-anak, hingga dewasa dalam aktivitas apapun.

Melihat geliat baju batik Solo di tempat sendiri begitu bagus, maka pemerintah setempat gencar mempromosikan batik ini ke mancanegara. Bahkan, motif batik khas Solo ini dijadikan dekorasi di setiap, tempat, seperti hotel, bandara. Maka tak heran batik di Jawa menjadi Go Internasional. Tetapi tidak begitu halnya dengan di Bengkulu.

Kurang adanya dukungan Pemerintah

Batik Besurek juga tidak kalah bagusnya dan cantiknya dengan batik daerah lain. Namun karena minimnya dukungan pemerintah, maka geliat industri batik di Bengkulu lesu. Jika saja pemerintah memberikan bantuan dana/barangkepada pengusaha batik skala kecil/rumahan, saya yakin mereka merasa sanngat terbantu.

Dengan adanya bantuan dana, tentunya para pengusaha batik tak perlu lagi mengeluarkan ongkos jahit yang membuat batik jadi mahal, akan tetapi mereka memiliki mesin jahit sendiri dan merekrut para penjahit yang diberi gaji. Dan para pengusaha juga bisa mengadakan pelatihan kepada kaum ibu rumah tangga untuk membatik dan merekrut mereka sebagai pengrajin baik. Tentunya ini akan membantu menekan angka pengangguran di Bengkulu dan meningkatkan produksi batik di Bengkulu.

Kurangnya promosi

Pemerintah Bengkulu selalu saja diam dalam mempromosikan kebudayaan kota Bengkulu yang cukup kaya. Namun, sebenarnya untuk masalah promosi, bukan hanya tugas pemerintah saja yang berpromosi, tapi adalah tugas semua masyarakat Bengkulu. Di zaman serba canggih ini sebenarnya sudah cukup banyak media promosi, namun belum dioptimalkan lebih jauh lagi. Kita bisa mempromosikan batik besurek, lewat media massa, youtube, facebook, bbm, twitter, instagram, bahkan dalam sebuah tulisan fiksi dan nonfiksi juga kita bisa promosikan batik besurek.

Ya media itulah yang setidaknya sudah cukup membantu dalam promosi. Sebenarnya jika pemerintah mau mempromosikannya, bawalah batik ke event nasional, seperti Jakarta Fashion Week atau acara lainnya. Tidak cukup dengan menggelar event-event besar Bengkulu saja, kalau yang menyaksikan juga warga Bengkulu. Dalam hal ini, memang Bengkulu perlu mempercantik diri, sebelum mengadakan event di Bengkulu, karena kita perlu memancing wisatawan sebelum mempromosikan batik. Jika wisatawan datang karena keindahan alamnya, otomatis mereka akan melihat sisi lain Bengkulu, yaitu budaya dan batiknya.  

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/venesar/560e56ca23afbdcb07b501ba/batik-besurek-khas-bengkulu-terasing-di-negeri-sendiri?page=all
Comments
Loading...