Batik Berbahan Alam Dilirik Pasar Internasional

0 148

Batik Berbahan Alam Dilirik Pasar Internasional

Lily Setiawati yang merupakan salah satu warga Brojolan Barat Temanggung, tidak menyangka bahwa usaha Batik Alam bermotif hasil pertaniannya kian dilirik oleh masyarakat. Bahkan pelanggannya pun sudah ada di beberapa negara seperti Cina, India, Jerman, dan Arab. Batik Alam yang baru ditekuninya dua tahun belakangan ini memang berawal dari ketidaksengajaan. Lily menceritakan awalnya ia hanya ikut sekolah membatik dengan tujuan bisa mengajarkan ibu-ibu di desanya membatik. Namun, lantaran batik di Temanggung masih minim, akhirnya ia berniat untuk mengembangkan usaha batik sendiri.

Batik Alam menjadi pilihan bagi Lily untuk ditekuni. Ia memilih batik alam karena selama ini di Kabupaten Temanggung Batik Alam belum banyak dikembangkan. Selain itu, juga karena faktor ramah lingkungan, aman, dan bahan bakunya lebih ekonomis. “Bahan bakunya banyak diambil dari alam, misalnya sisa-sisa kayu mahoni, kayu nangka, daun mangga, daun jambu, pohon duet, dan sebagainya,” kata Lily. Secara otodidak, akhirnya Lily belajar membuat batik alam. Lily sengaja memilih motif hasil pertanian untuk mengangkat ikon Kabupaten Temanggung. Temanggung tidak hanya kaya akan tembakau, melainkan juga berbagai macam hasil pertanian. Untuk membuat batik alam, Lily sering kali memadukan warna-warna dari pohon. Proses pembuatannya pun bisa lebih dari satu minggu, tergantung kerumitan motifnya. Untuk motif-motifnya, Lily banyak bergerak di batik kontemporer.

Lily memberi nama batiknya Batik Larastirto. Batik alam buatannya ini terkenal awet karena ternyata dicelup sebanyak 10 kali. Selain itu, juga tidak mudah luntur serta menyerap panas. Meski harga batiknya berkisar Rp. 350.000 hingga Rp. 4 juta rupiah, batiknya selalu laris diburu pembeli. Batik Larastirto saat ini hanya banyak ditemukan di pameran-pameran. Bila ada pembeli yang tertarik, biasanya mereka akan datang sendiri ke rumah Lily di Brojolan Barat No.232 RT 1 RW 1, Kelurahan Temanggung I, Kecamatan Temanggung. Sementara itu, saat ini Lily tengah merangkul ibu-ibu rumah tangga di tiga desa di wilayah Kecamatan Kaloran, Kowongan, serta Tembarak untuk mengembangkan Batik Alam.

Source https://www.tempo.co/ https://bisnis.tempo.co/read/470055/batik-berbahan-alam-dilirik-pasar-internasional
Comments
Loading...