Batik Banyuwangi yang Menghidupi

0 127

Batik Banyuwangi yang Menghidupi

Ada falsafah yang mengatakan Urip Iku Kudu Urub. Falsafah ini kuat tergambar pada Motif Batik Banyuwangi. Nanang Edi Supriyono merupakan salah satu perajin batik yang ada di Banyuwangi, juga mencoba menerapkan falsalah Jawa ini dalam kehidupannya. Arti harfiahnya hidup itu harus menyala. Arti filosofinya, hidup itu harus bermanfaat.

Nanang termasuk sedikit dari pembatik di Banyuwangi yang membuka usaha sebelum masa kepemimpinan Bupati Abdullah Azwar Anas. Satrio Batik yang dikelola Nanang dipasangkan dengan desainer Italia Milo Miliavacca, menampilkan busana Muslim dengan warna cerah. Warna cerah, menurut Nanang merupakan ciri khas Batik Banyuwangi. Misal, warna merah Batik Banyuwangi sangat ngejreng, maka ia melunakkan warna ngejrengnya itu. Tiga warna khas di Batik Banyuwangi menurut Nanang adalah merah, kuning, dan hitam. Tetapi, meski batiknya dibawa oleh desainer Italia di Banyuwangi Batik Festival, belum ada pengaruh besar untuk permintaan pasar terhadap batiknya. Ia masih melayani pelanggan lama para turis yang mampir ke gerai batiknya dan lembaga-lembaga negara yang memesan batiknya untuk suvenir dan seragam.

Nanang mulai membuka usaha batik di Banyuwangi pada tahun 2000. Ia memutuskan pulang ke kampung halamannya setelah usaha batik tempat kerjanya di Bali tutup. Ia pulang untuk dapat memberi manfaat bagi orang banyak di kampungnya dengan membuka usaha batik bermodalkan Rp. 850 ribu untuk gaji dan pesangon. Ia kini bisa melibatkan 50 tetangganya, setelah sempat hampir bangkrut. Tiga puluh orang di antaranya adalah ibu-ibu yang terbagi dalam tiga kelompok pewarnaan batik.

Motif Kangkung Setingkes dan Gajah Oling menjadi bagian dari motif yang dikembangkan Nanang di batiknya. Kangkung setingkes berisi harapan menjaga ikatan persaudaraan dengan saling menjaga kerukunan dan bermanfaat bagi satu sama lainnya. Ingat kepada Yang Mahabesar juga diwujudkan dengan membantu mengatasi  kesulitan yang dialami sesama. Maka, 30 ibu-ibu anggota kelompok pewarna batik ia rintiskan menjadi plasma usahanya.

Banyuwangi memiliki 48 motif batik. Berada di wilayah pesisir, meliat motif-motfnya, Banyuwangi juga mendapat pengaruh dari motif Cina. Burung hong dan naga yang khas Cina menjadi bagian yang ada di motif-motif batik Banyuwangi. Di gerai Satrio Batik yang dikelola Nanang, batik dengan motif burung hong dan naga juga tersedia.

Source http://www.republika.co.id/ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/09/08/ovyidm282-batik-banyuwangi-yang-menghidupi
Comments
Loading...