Batik Banyubiru Ngawi

0 236

Batik Banyubiru Ngawi

Banyubiru dikenal sebagai desa batik yang khas dari Kabupaten Ngawi yang berusaha terus bertahan di tengah arus persaingan hebat batik-batik dari daerah lain. Salah satu pemilik usaha Batik Sidomulyo, Suwandi, mengatakan, meski ordernya tidak sebesar pengusaha di sentra batik daerah lain tapi kerajinan Batik Ngawi terus berkembang.  Menurut dia, awalnya hanya pekerjaan sampingan tapi sekarang membatik mulai menjadi pekerjaan utama bagi kaum ibu di desanya. Selain melestarikan budaya bangsa, membatik juga memberikan penghasilan tambahan yang lumayan guna membantu perekonomian warga. Hal ini pula yang membuatnya tetap mempertahankan usaha batik.

Suwandi mengakui modal masih menjadi kendala utama. Idealnya, untuk berkembang lebih baik lagi, usaha yang dia geluti sejak bertahun-tahun ini membutuhkan modal hingga Rp. 50 juta setiap bulannya. Namun, karena minim dana, dia hanya hampu bertahan seadanya dari omzet penjualan kain batiknya. Motif yang biasa dibuat oleh pembatik Desa Banyu­biru adalah Gringsing, Bokor Kencono, dan Sido Mukti. Harga jualnya pun bermacam-macam, mulai dari ratu­san ribu rupiah hingga jutaan rupiah bagi yang berba­han dasar kain sutera. “Motif andalan Batik Ngawi adalah Batik Gringsing. Rencananya, sebentar lagi kami ingin membuat motif baru yang diberi nama Batik Wahyu Ngawiat. Motifnya masih dirancang,”papar Suwandi.

Salah satu pengrajinbatik Rina, mengatakan, untuk membuat batik tulis sangat membutuhkan ketelatenan dan konsentrasi tinggi. Hal ini karena motif yang dibuat sangat bervariasi dan mempunyai karakter berbeda-beda.  Dia mengatakan, dalam sehari dirinya bisa membatik hingga 10 lembar kain batik berukuran kecil dengan upah Rpl. 500,00 per lembarnya. Sedangkan untuk ukuran batik besar, dia mampu mengerjakan hingga lima lembar dengan upah Rp. 3.000,00 per lembarnya.

Suasana para ibu membatik membuat Banyubiru yang berada di kaki Gunung Lawu semakin sejuk. Untuk menuju desa ini, dari jalan raya Solo-Madiun, pas di pertigaan Gendingan belok ke selatan. Kira-kira 8 km jaraknya. Jalan ke Banyubiru merupakan jalan menuju pabrik karet Tretes. Saat ini Batik Ngawi, khususnya Banyubiru, semakin disuka para remaja. Hal itu karena para perajin berusaha mengakomodir selera remaja.

Source Batik Banyubiru Ngawi Batik
Comments
Loading...