Batik Bantul Belum Dilindungi Oleh HAKI

0 143

Batik Bantul Belum Dilindungi Oleh HAKI

Terdapat lebih dari 53 macam Motif Batik Bantul yang  belum satu pun mendapatkan sertifikat hak atas kekayaan intelektual. Pemerintah Kabupaten Bantul belum memprioritaskan HaKI karena fokus pada pemasaran produksi batik. Pemerintah berharap inisiatif pengurusan HaKI datang dari perajin.

Belum diurusnya sertifikat HAKI juga bukan karena persoalan dana. Inisiatif muncul dari kalangan perajin supaya ada rasa memiliki dan tumbuh kebersamaan antarsesama perajin. Meski belum memiliki HAKI para pengrajin Batik Bantul tidak khawatir motifnya dijiplak daerah lain atau perajin lain. Baginya, motif batik adalah seni yang sulit ditiru. Untuk mendokumentasikan motif-motif tersebut, Bantul telah menerbitkan buku berjudul Batik Bantul setebal 107 halaman. Buku bersampul muka Bupati Bantul Sri Suryawidati tersebut menjelaskan motif-motif asli Bantul. Ari Indah Hayati, salah satu tim penyusun buku, mengatakan, keberadaan buku tersebut menjadi salah satu cara melindungi Motif Batik Bantulan.

Meski tetap berkiblat pada Keraton, Batik Bantul memiliki ciri khas tersendiri. Motif Batik Bantul lebih merakyat yakni campuran antara motif pakem dan ekspresi para perajin. Dalam buku Batik Bantul ini telah didokumentasikan 53 motif batik asli Bantul, 14 motif batik campuran, dan 17 motif batik pengembangan.

Sentra batik di Bantul berada di Kecamatan Imogiri, Pandak, Pajangan, Jetis, Pleret, dan Kasihan. Jumlah perajin batik berkisar 3.000 orang. Sekitar 60 persen produknya berupa batik tulis dengan harga jual Rp. 150.000-Rp. 1 juta per potong. Dalam temu usaha itu, para perajin batik diingatkan selalu memperbarui desain motif batik. Inovasi desain menjadi senjata utama memenangkan persaingan pasar. Inovasi juga menjadi strategi untuk mengatasi kejenuhan pasar.

Source Batik Bantul Belum Dilindungi Oleh HAKI Batik
Comments
Loading...