Batik Bantengan Merambah Kancah Internasional

0 97

Batik Bantengan Merambah Kancah Internasional

Aroma lilin batik menyeruak memenuhi ruangan berukuran 9×7 meter. Lembaran kain sudah siap di atas meja dan gawangan. Terlihat anak-anak memasuki Sanggar Batik Andhaka sambil berceloteh dan tertawa. Badan gesit bergerak, kemudian duduk tenang. Tangan-tangan kecil itu memegang canting, meniupnya lalu menempelkan ke kain dengan perlahan. Aktivitas membatik dimulai.

Anjani Sekar Arum, sosok wanita di balik Sanggar Andhaka. Di tengah maraknya gawai dan internet, Anjani sukses mengajak anak-anak Kota Batu, Jawa Timur (Jatim), belajar membatik secara tradisional. Mayoritas anak-anak itu secara bergantian datang belajar membatik setelah belajar di sekolah.

Menurut Anjani, selama mengembangkan sanggar itu, banyak mengangkat kebudayaan Bantengan sebagai ciri khas motif. Tidak sedikit tawaran berdatangan. Mulai tawaran pameran di dalam dan luar negeri. “Misalnya, pada 2014, kami diminta Walikota Batu pameran di Praha, Ceko,” ungkap Anjani, di Batu, Jawa Timur.

Anak-anak semakin semangat membatik setelah ada pameran. Itu karena jerih payahnya membuahkan hasil. Hasil dari penjualan kain dipakai sebagian untuk membeli bahan-bahan dan peralatan membatik. Selebihnya langsung diberikan dalam bentuk tabungan. “Kami tidak memberi target membatik harus sekian, lho. Anak-anak semangat menyelesaikan batik sesuai kemampuan,” ulasnya.

Tidak disangka hasil karya anak-anak itu sudah pernah dipamerkan dan dinikmati warga Taiwan dan India tahun lalu. Bahkan, orang Taiwan mendatangi Sanggar Batik Andhaka berbekal info dari internet. “Mereka datang khusus mencari budaya dan UMKM unik. Eh ternyata ke sini,” beber Anjani menceritakan bagaimana awalnya batik karya Andhaka bisa menembus pasar Taiwan.

Kemudian untuk pameran di India, berawal dari ayah Anjani berprofesi sebagai seniman diundang untuk mengisi acara kebudayaan digelar United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Kesempatan itu dimanfaatkan Anjani untuk turut mempromosikan hasil karya Sanggar Batik Andhaka.

Peristiwa menarik lainnya, usaha Anjani dimulai dengan modal nol rupiah. Karena kain-kain dijual kali pertama merupakan hasil karya kala masih kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Seni dan Desain. Termasuk saat mengikuti pameran tidak mengeluarkan biaya.

Muncul tantangan tersendiri bagi Anjani saat batik karyanya dibeli orang. Tidak sedikit anak didiknya senang karena laku terjual. Namun, saat batik tidak laku, tikda jarang, anak didiknya ikut bersedih. “Ya, kalau sudah begitu, hanya bisa memberi semangat dan mengajak anak-anak bermain sejenak untuk memperbaiki suasana hati,” tegasnya.

Source https://indopos.co.id https://indopos.co.id/read/2018/04/04/133542/batik-bantengan-merambah-kancah-internasional
Comments
Loading...