Batik Balikpapan Bermotif Mangrove, Jahe, hingga Beruang Madu

0 432

Batik Balikpapan Bermotif Mangrove, Jahe, hingga Beruang Madu

Ide untuk membuat Batik Balikpapan bermula karena belum adanya ciri khas Balikpapan dalam batik yang biasa dikenakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Balikpapan maupun masyarakat umum. Padahal ada flora dan fauna yang khas Balikpapan yang bisa dijadikan corak dalam batik, seperti Mangrove (bakau), Jahe Balikpapan, hingga Beruang Madu.

Ibu Hj. Arita Rizal selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Balikpapan mengatakan Batik Balikpapan kini sudah mulai tumbuh berkembang. “Sejak tiga kali pelatihan batik khas Balikpapan yang kami gelar mulai tumbuh pengrajin batik di sini, seperti Batik Vi, Arnesta Batik, dan lain-lain. Bahkan sekarang para pengrajin kewalahan menerima order, karena orderan banyak tetapi pecantingnya kurang. Saat ini baru ada 20 sampai 30 orang pecanting batik Balikpapan,” tutur Arita. Bahkan, pesanan dari pembeli pun sudah banyak berdatangan.

Rumah Kreatif Balikpapan saat ini juga tengah membina pecanting di Kilometer 6 dan Kilometer 5. Kelak, daerah tersebut akan dijadikan perkampungan pengrajin batik. Pengusaha batik ini muncul setelah ada pelatihan-pelatihan batik yang mereka ikuti dan diselenggarakan oleh Dekranasda. Dengan mendatangkan pelatih batik dari Balai Besar Batik di  Yogyakarta.

Dari dulu Dekranasda sudah mengedepankan adanya ekonomi kreatif. Melihat belum ada yang khas dari Balikpapan. Maka dari itu anggaran untuk pameran dialihkan untuk pelatihan membatik dengan motif khas Balikpapan. Ibu Arita menjelaskan dalam batik Balikpapan harus berkaitan dengan flora fauna Balikpapan, namun tidak boleh menghilangkan identitas Kaltim, seperti motif Dayak.  Karena Balikpapan kan bagian dari Kaltim.

Kendati semua pengrajin batik di Balikpapan disarankan untuk mengembangkan motif khas Balikpapan, tetap masing-masing pengrajin memiliki ciri khas masing-masing. “Kami bisa tahu ini karya siapa dan itu karya siapa,  karena mereka memiliki ide yang berbeda-beda, ciri yang berbeda satu sama lain. Sebab namanya ide semua tidak sama dan namanya ide tidak bisa dijiplak, punya ciri khas masing-masing,” papar Arita. Adanya dukungan dari Pemkot Balikpapan, pemasaran pun mulai mengalir. Pemasaran saat ini dimanfaatkan setiap ada kesempatan dan kegiatan, juga sudah mendapatkan ruang pameran di bandara oleh Angkasa Pura.

“Kalau kami tidak promosi, para pengrajin akan santai-santai saja. Kami memang sengaja, walaupun belum ada kegiatan, tapi kami sudah promosikan begitu, jadi mereka akan bekerja dan berusaha lebih keras sendiri,” imbuhnya. Saat ini batik dalam bentuk kain itu dibanderol Rp 490.000 hingga Rp 5 juta tergantung bahan, motif, dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.

Source Batik Balikpapan Bermotif Mangrove, Jahe, hingga Beruang Madu Batik
Comments
Loading...