Batik Bakau dan Kelas Kreatif bagi Kaum Milenial Semarang

0 24

Batik Bakau dan Kelas Kreatif bagi Kaum Milenial Semarang

Bakau selama ini dikenal sebagai tumbuhan penahan abrasi. Tetapi di tangan Cahyadi Adhe, tanaman tersebut diolah untuk industri batik. Tentu saja, tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai batik bukanlah yang masih sehat dan berguna, melainkan limbah dari mangrove. Ia mengolahnya sebagai pewarna alami batik yang menghasilkan warna cokelat.

Ternyata, memanfaatkan limbahnya dari buah mangrove yang busuk pun bisa. pewarna dari bakau biasanya menggunakan buah-buahan yang tidak lolos sortir pembibitan mangrove yang dipakai. Padahal, buah yang busuk pun bisa dimanfaatkan meski butuh waktu lebih lama.

Bersama warga binaan di Mangkang, Mangunharjo, Semarang, Adhe terus mempromosikan pewarna bakau yang dibuat dalam batik. Dengan menggunakan pewarna alami nilainya juga jadi berlipat. Untuk batik cap per 2 meter bisa dengan harga Rp 250 ribu sementara batik tulis kisaran harganya bisa capai Rp 500 ribu.

Tak hanya batik bakau, Kelas Kreatif juga menghadirkan Firman Setyaaji dari Tim Bengok Craft. Bermarkas di wilayah Tuntang, tepatnya di Desa Kesongo, RawaPening, Aji bersama teman-temannya mengolah eceng gondok menjadi berbagai produk kekinian dan disukai milenial. Inisiatif itu dimulai setelah melihat banyak petani eceng gondok. Setelah itu, timnya mulai mengeksplorasi berbagai kerajinan yang terbaru agar makin dilirik oleh milenial. Menurut Aji, hingga kini produk Bengok Craft sudah dipasarkan hingga Bali dan Jakarta. Produk favorit dan selalu laris adalah buku sampul eceng gondok, tas dan sandal.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3936919/batik-bakau-dan-kelas-kreatif-bagi-kaum-milenial-semarang
Comments
Loading...