Batik Arum Dalu

0 245

Batik Arum Dalu

Batik Arum Dalu terdiri dari motif flora yaitu motif arum dalu yang terinspirasi dari bunga sedap malam dan motif daun yang diambil dari ragam hias Jepara, serta isen-isen berupa cecek krembyang. Batik ini dinamakan Batik Arum Dalu karena pembuatan motif batik yang terinspirasi dari bunga sedap malam yang sudah mengalami stilasi. Bunga ini dijadikan sebagai inspirasi karena bunga sedap malam merupakan salah satu bunga yang disukai oleh R.A Kartini.

Motif arum dalu disini digambarkan seperti halnya bunga sedap malam yang asli tetapi bentuknya disederhanakan, motif ini memiliki lima mahkota bunga dan memiliki putik yang dibuat menyerupai bunga di bagian dalam motif bunga arum dalu tersebut. Mahkota yang terdapat di motif bunga ini digambarkan dengan garis zig-zag yang digambar secara beraturan. Pada bagian dalam bunga terdapat garis-garis lurusyang memancar yang disebut juga sawut. Motif ini disusun secara repetisi atau pengulangan. Motif ini diambil sebagai motif pokok karena motif ini merupakan stilasi dari salah satu bunga yang disukai oleh R.A Kartini yaitu bunga sedap malam.

Motif daun pada batik arum dalu yang diciptakan oleh Suyanti ini sudah mengalami stilasi. Motif daun disini diambil dari ragam hias Jepara yaitu dari motif ukiran daun yang kemudian dikreasikan dan dikomposisikan sendiri. Motif cecek krembyang diaplikasikan menyebar ke seluruh bidang kain, dimana penempatan ceceknya dibuat renggangrenggang dan disusun secara menyeluruh pada bidang kain, motif ini merupakan motif pengisi pada batik arum dalu. Dalam penerapan motif-motif diatas disusun atau dikomposisikan sebagai berikut.

Dalam Batik Arum Dalu terdiri dari motif flora yang ide penciptaannya berasal dari bunga kesukaan R.A Kartini yaitu bunga sedap malam yang sudah mengalami stilasi dan motif daun yang diambil dari ragam hias Jepara yang sudah dikreasikan sedemikian rupa sehingga membentuk daun belah ketupat, kemudian kedua motif tersebut disatukan dimana motif arum dalu diletakkan di bagian dalam daun belah ketupat. Motif-motif tersebut kemudian disusun secara repetisi atau berulang dengan memenuhi bidang kain dan pada bagian latar kain diberi motif pengisi berupa cecek krembyang yang diaplikasikan secara menyebar memenuhi bidang kain. Warna yang diterapkan pada batik arum dalu terdiri dari tiga warna yaitu warna coklat, warna hitam dan warna putih. Pewarna yang digunakan pada batik arum dalu adalah pewarna kimia atau pewarna sintetis.

Source http://eprints.uny.ac.id/16374/1/DEPUTTY%20DEWI.pdf
Comments
Loading...