Batik Angsoran Cilacap Bergeliat Memunculkan Eksistensi

0 145

Batik Angsoran Cilacap Bergeliat Memunculkan Eksistensi

Perajin batik yang ada di Kabupaten Cilacap terus bergeliat. Keberadaan salah satu produk kerajian warisan leluhur tersebut kian eksis di kabupaten terluas di Jawa Tengah tersebut. Salah satu, perajin batik yang kreatif dan terus mendorong eksistensi batik di Cilacap adalah Ansar Basuki Balasikh. Perajin asal Kroya tersebut pada mulanya dulu tidak suka batik. Kesan bahwa batik adalah pakain formal yang memunculkan rasa tidak senang tersebut.

Namun kesan batik sebagai formal, kaku, dan tak bebas, kini telah berubah menjadi jatuh cinta terhadap batik dan bahkan menjadi salah satu perajin produktif di Kabupaten Cilacap. Ansar yang semula hanya ingin membantu promosi dan marketing akhirnya menjadi sang nahkoda klaster batik Cilacap. Dan hal tersebut mendorong munculnya minat untuk memproduksi batik.

Pria yang sejak muda berkecimpung di berbagai organisasi tersebut memulai jadi perajin dengan memproduksi dan menjual karya sendiri sekitar satu tahun terakhir. Namun Ansar menegaskan, dirinya ingin berbeda dari yang lain dengan menonjolkan batik abstrak. Pilihan Ansar pada batik abstrak, antara lain lantaran ia ingin bagaimana batik tidak terpaku harus sesuai pakem seperti batik klasik. Batik disebutnya sebagai sebuah karya seni sehingga membutuhkan kreatifitas dan tidak boleh terkungkung.

Batik Abstrak yang diciptakannya diberi nama Motif Angsoran,yang berarti angkat cantingnya, sorna malame atau tumpahkan malamnya. Kelebihan Batik Angsoran, yaitu satu kain satu motif, dan tidak ada kembarannya. Untuk kain, Ansar memilih menggunakan kain katun mori, namun kain yang dipilihnya itu selalu yang baik dan tidak panas di badan. Membuat motif yang berbeda dari umumnya seperti ‘Angsoran’ ini adalah terobosan kami agar makin banyak motif batik di Cilacap. Motif ini juga cocok untuk anak muda.

Ternyata hasil kreasi Ansar diminati, itu terbukti kemudian makin banyak yang suka dan beli. Sejumlah pejabat di Pemkab Cilacap, seperti Bupati Tatto Suwarto Pamuji dan Wakil Bupati Akhmad Edi Susanto juga mengoleksi batik karya Ansar. Dari kalangan anggota dewan, beberapa juga mengenakan batik bikinan Ansar, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taswan Taswireja.

Mengapresiasi kreatifitas dalam berkreasi sehingga batik memiliki inovasi- inovasi yang dinamis. Ansar mengaku, dalam sebulan, jika dihitung rata-rata bisa memproduksi sekitar 30 potong batik. Memang belum besar, dan masih sebatas utamakan pesanan. Produk terbaru yang dihasilkan adalah Kain Pelangi yang prosesnya tidak memakai malam panas. Kain pelangi bukan kain printing yang menggunakan mesin cap, proses pembuatan dengan menggunakan tangan seperti melukis. Keistimewaan Kain Pelangi, selain lebih murah tetap terjaga kualitasnya, sebab satu kain satu motif.

Source https://www.cendananews.com/ https://www.cendananews.com/2017/11/batik-angsoran-cilacap-bergeliat-memunculkan-eksistensi.html
Comments
Loading...