Batik Allussan

0 129

Batik Allussan

Sri Lestari merupakan salah satu pemilik industri Batik Allussan, upaya pelestarian lingkungan sudah diterapkannya sejak dia mulai membuka industri batiknya di tahun 2005. Hal itu dilakukannya dengan hanya menggunakan pewarna alam dalam kegiatan pewarnaan dan pembuatan motif batiknya. Dari rumahnya yang berlokasi di Jodag RT.02 RW.11 Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Sri dengan dibantu oleh penduduk sekitarnya menjalani kegiatan produksi dengan bahan-bahan dari alam.Menurutnya, sebagian besar produk batik Allussan dibuat dengan menggunakan bahan-bahan dari alam dalam proses pewarnaannya. Penggunaan pewarna alam dilakukan karena Sri tidak ingin mencemari lingkungan tempat usahanya dengan limbah beracun dan berbahaya. Selain itu, di daerah tempat tinggalnya juga banyak terdapat tanaman atau bahan yang bisa digunakan untuk mewarnai dan membuat motif batiknya.

Pewarna alam yang banyak digunakan Sri dalam pembuatan Batik Allussan adalah kunyit dan sekam. Proses penggunaannya pun cukup sederhana. Misalnya, untuk proses pewarnaan dengan menggunakan pewarna alam berupa sekam, langkah pertama yang dilakukan Sri adalah menyediakan abu sekam sebanyak 2 karung ukuran 40 kg.Abu sekam tersebut kemudian diayak dan hasil ayakan itu dimasukkan ke dalam ember berisi air sebanyak 20 liter.

 

Kain yang ingin diwarnai lalu dimasukkan ke dalam ember berisi campuran abu sekam dan air itu. Celupkan dan angkat kain itu dari ember. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga warna kain berubah mengikuti warna campuran air di ember. Setelah itu, rendam kain tersebut di dalam ember yang masih berisi campuran air dan sekam selama tiga hari.

Langkah selanjutnya adalah melakukan fiksasi terhadap kain yang telah direndam dalam air sekam tersebut. Untuk fiksasinya, menggunakan tawas. Dari proses pewarnaan dengan menggunakan pewarna alam sekam, ungkap Sri cukup baik. Warna kain terlihat eksotis dan tidak mengalami perubahan walaupun sudah dites melalui pencucian berkali-kali. Penggunaan bahan dari alam juga dilakukan dalam pembuatan motif batik.Untuk membuat motif batik, Sri menggunakan bahan baku dari alam seperti gondorukem.

Limbah industri yang berasal dari bahan kimia hanya menghasilkan bahan berbahaya dan beracun yang ditakuti masyarakat, limbah dari proses pewarnaan dengan menggunakan bahan dari alam dalam proses pembuatan Batik Allussan justru disenangi penduduk. Alasannya, limbah dari proses pewarnaan dengan menggunakan sekam dapat digunakan sebagai kompos dalam kegiatan budidaya pertanian penduduk setempat.Selain penggunaan pewarna alam, Batik Allussan juga memiliki kelebihan tersendiri dengan pembuatan motif yang tidak terpaku pada pakem yang sudah ada selama ini.

Motif yang digunakan dalam pembuatan Batik Allussan sebagian besar diinspirasi dari alam dan kehidupan masyarakat. Misalnya ada motif batik tentang wanita segar, yang dinamai motif wanigar. Hingga saat ini, sudah ada 700 motif yang dihasilkan industri batik itu.Kami juga bisa membuat motif dengan membaca pikiran calon pembeli sehingga motif yang dihasilkan sesuai dengan keinginan mereka, papar Sri. Penggunaan pewarna alam serta keindahan motif yang dihasilkan, telah membuat industri batik Allussan begitu cepat dikenal masyarakat.

Source Batik Allussan Batik
Comments
Loading...