Batik akan tampil di UNESCO Paris

0 52

Batik akan tampil di UNESCO Paris

Pada 2009, batik diresmikan UNESCO sebagai Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity. Pengukuhan ini tentunya harus terus dilengkapi dengan agenda yang berkelanjutan demi melestarikan kain kebanggaan masyarakat Indonesia.

Untuk itu, perancang busana Oscar Lawalata meneruskan perjuangan dalam melestarikan serta memperkenalkan batik ke dunia internasional dalam acara Batik For The World yang akan berlangsung pada 6 sampai 12 Juni 2018 di UNESCO Paris.

Oscar bukan satu-satunya desainer yang akan menampilkan karya di perhelatan tersebut. Ada pula Denny Wirawan, dan Edward Hutabarat.

Memamerkan sebuah karya di UNESCO Paris tentu bukan hal mudah. Oscar mengatakan banyak negara antre untuk bisa menggelar pameran di sana dan ini adalah kesempatan bagi Indonesia. Ia juga mengaku butuh waktu dua tahun untuk menggagas konsep agar bisa memamerkan batik di sana.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, mengatakan ajang ini sekaligus memperkenalkan pengrajin batik sebagai artisan atau seniman kepada dunia.

Oscar juga mengutarakan tujuan membawa batik ke kalangan internasional adalah agar batik dikenal, baik karena prosesnya, juga karena ketekunan pengrajinnya.

Menurut anak dari Reggy Lawalata ini, pembatik adalah profesi. Pengrajin harusnya bangga karena pekerjaan ini butuh kemampuan dan kesabaran yang tidak banyak orang mampu melakukannya.

“Alasan kenapa membawa batik ini karena industrinya paling pesat. Saya berpikir bahwa batik sudah dikukuhkan UNESCO lalu kita lakukan pemberdayaan itu terus. Di Indonesia, batik sudah berkembang dan orang bangga pakai batik. Saya pikir orang luar harus tahu soal batik,” kata Oscar dalam konferensi pers Batik For The World di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (08/05/2018).

Di acara Batik For The World nanti, Oscar akan membawa delapan rancangan busana. Gaun-gaun cocktail ready to wear bertema musim panas dengan sulaman dan manik-manik. Gaun ini dibuat berasal dari batik Jawa Timur, yaitu Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban.

Denny Wirawan akan membawa koleksi batik Wedari dengan ciri khas batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna dengan warna ceria serta dipadu dengan sulaman.

Bila Oscar menampilkan gaun cocktail, Denny fokus pada gaun malam. “Di acara Batik For The World saya akan menampilkan batik masa kini untuk perempuan berpenampilan modern,” ujar sang desainer.

Sementara itu, Edward Hutabarat juga akan membawa delapan rancangan gaun dengan tema musim panas. Kain yang digunakan adalah batik pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing.

Seluruh rancangan Edward akan dihadirkan secara utuh dengan pembuatan pola terlebih dahulu kemudian baru membatik di atas kain-kain yang dipilih sehingga tidak ada kain yang terpotong.

Nantinya, seluruh rangkaian kegiatan akan dilakukan di gedung utama kantor pusat UNESCO yang dilalui oleh ribuan orang delegasi dunia yang bekerja dan beraktivitas setiap harinya.

Di area tersebut akan ditampilkan berbagai koleksi batik, kain tradisional Indonesia yang motifnya dibuat menggunakan canting dan lilin. Berbagai daerah di Indonesia punya motif batik yang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing sehingga karya batik yang ditampilkan sangat beragam.

Motif lawasan yang khas hingga motif batik yang telah dikemas secara modern akan ditampilkan. Ada pula diskusi (talk show) mengenai industri batik Indonesia dan perkembangannya, tradisi batik dan budayanya, serta cara memakai kain batik.

Tak hanya itu, akan ada demo membatik. Pengunjung bisa langsung datang dan melihat langsung proses pembuatan kain batik. Selain itu mereka juga bisa menjajal langsung proses membatik.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/batik-akan-tampil-di-unesco-paris
Comments
Loading...