Batik Aceh, Batik dengan Sejuta Makna

0 988

Batik Aceh sebenarnya sudah ada sejak abad Kesultanan Aceh. Mungkin, sekitar abad ke 13 M motif batik sudah dipakai. Untuk menguatkan teori ini, kita bisa melihatnya di museum Aceh, disana secara langsung diperlihatkan motif-motif batik pada batu nisan raja-raja Aceh, dan juga dapat di lihat pada ukiran-ukiran yang terdapat pada Rumoh Aceh. Bila masih kurang puas dan ingin melihat keaslian motif batik dari masa lampau, kenapa tidak anda kunjugi situs cagar budaya Lamuri? Disana ada puluhan nisan-nisan dari kesultanan masa lampau. Masa-masa jauh sebelum kesultanan Iskandar Muda menaklukan Negeri Malaka.

Dalam Motif batik Aceh itu sendiri, mengandung begitu banyak makna, yakni menggambarkan kepribadian dan filosofi kehidupan masyarakat Aceh yang menjadi kearifan lokal serta pedoman hidup masyarakat Aceh. Motif-motif Batik Aceh yang terkenal diantaranya adalah motif Pintoe Aceh (Pintu Aceh), Bungoeng  Jeumpa (Bunga Jempa), Tulak Angen (motif yang biasanya ada pada rumah Aceh yang atapnya berbentuk plana) dan sebagainya.

Batik Aceh tidak menggunakan motif hewan karena Aceh, setelah menjadi sebuah kerajaan yang menganut agama islam, motif-motif itu dihilangkan. Itulah sebabnya mengapa tidak ada motif hewan dalam motif batik Aceh.

Motif Pintoe Aceh. Pada umumnya, rumah adat di Aceh memiliki pintu yang rendah. Sehingga apabila ada tamu yang ingin masuk, maka dia harus menundukkan kepalanya sebagai bentuk sebuah rasa menghormati si pemilik rumah. Sedangkan rumah adat tersebut dibagian dalamnya sangat luas dan lebar-lebar. Hal ini mengartikan kalau sebenarnya orang Aceh itu memiliki tabiat dan adat istiadat tidak mudah terbuka dengan orang asing namun bisa menjadi sangat baik.

Motif Bungoeng Jeumpa. Bungong jeumpa atau istilah lain dikenal dengan nama bunga kantil, banyak ditemukan di daerah Aceh karena jumlahnya banyak serta memiliki bentuk yang indah. Motif mengartikan bahwa motif Aceh itu bernuansa natural dan selaras dengan alam.

Motif Tulak Angen, maksud dari motif ini adalah orang Aceh, cenderung mudah menerima perbedaan. Hal ini disebabkan salah satunya karena daerah Aceh dulunya pernah menjadi sebuah Negara yang banyak di singgahi oleh banyak Negara luar.

 

Source Batik Aceh, Batik dengan Sejuta Makna Hello Aceh
Comments
Loading...