infobatik.id

Bahan Pembuatan Lilin Atau Malam Untuk Membatik

0 27
Dulu penggunaan pelapis dalam proses menutup pola saat membuat motif batik menggunakan lilin dari sarang tawon atau lanceng. Lilin dari hewan ini disebut dengan sebutan malam oleh orang jawa, karena itu sampai sekarang lilin batik masih sering disebut pula malam batik. Seiring dengan berjalannya waktu, orang kemudian mencampur malam murni dengan bahan lain dari tumbuhan seperti gondorukem (getah pohon pinus) dan damar mata kucing (getah dari pohon meranti). Untuk membuat teksturnya menjadi lebih lemas dan menurunkan titik lelehnya, ditambahkan lemak hewan atau minyak kelapa. Setiap pengrajin memiliki formula sendiri-sendiri dalam membuat malam batik karena memang tidak ada aturan yang baku dalam mengatur komposisi saat membuat malam batik. Namun, komposisi bahan pembuatnya tetap diperhatikan agar mendapatkan malam yang memiliki daya tahan terhadap air, dapat meleleh saat panas dan tidak mudah pecah ketika kering dan dapat menempel dengan baik pada kain.

Jenis-jenis malam batik
Secara umum malam batik terdiri dari tiga macam, yaitu malam klowong, malam tembok dan malam bironi. Berikut penjelasan singkat dari ketiga jenis malam tersebut.

  • Malam klowong digunakan untuk nglowongi atau pelekatan pertama pada motif yang sudah dibuat (mempertegas pola).
  • Malam tembok digunakan untuk nemboki/ ngeblok bidang luas pada sebuah pola.
  • Sedangkan malam bironi digunakan untuk menutupi warna biru dan isen-sen.

Malam batik dapat didaur ulang untuk dipakai kembali yang diambil dari sisa malam yang telah digunakan. Setelah batik melalui proses perebusan (dilorod), maka malam yang terlepas dari kain dikumpulkan untuk selanjutnya diolah dan digunakan kembali.

Source https://goresancanting.blogspot.co.id https://goresancanting.blogspot.co.id/2015/08/bahan-pembuatan-lilin-atau-malam-untuk.html
Comments
Loading...