Bahan Baku Mahal Pengusaha Batik Solo Terancam Bangkrut

0 92

Bahan Baku Mahal Pengusaha Batik Solo Terancam Bangkrut

Para pengusaha batik kelas menengah bawah di Solo, Jawa Tengah, terancam gulung tikar akibat kian mahalnya harga bahan baku berupa kain mori dan lilin. “Persedian kain mori dan lilin di pasar tak ada masalah asalkan ada uang, namun harga mori dan lilin membubung tinggi,” kata Bambang Slameto, pemilik perusahaan usaha batik Merak Manis di Laweyan. Bagi pengusaha kelas menengah ke bawah jelas tidak mungkin bisa mengikutinya akibat keterbatasan modal usaha. Sekarang ini pengusaha batik yang ada di sentra batik Laweyan sudah banyak yang mengurangi produksinya karena tidak mampu membeli bahan baku mori dan lilin.

Harga kain mori beberapa bulan lalu masih berkisar antara Rp. 5.600-Rp. 7.500/yard, sekarang menjadi antara Rp. 8.500-Rp. 10.000/yard. Harga lilin dari Rp. 15.000-Rp. 25.000/kg sekarang menjadi Rp. 25.000- Rp. 28.000/kg. Perusahaan Batik Merak Manis yang memproduksi baju batik, seprei, taplak meja, dan lain-lain yang biasanya membutuhkan kain mori 100.000 yard/bulan sekarang berkurang tinggal 30 ribu yard/bulan.

Peningkatan harga bahan baku batik membuat perusahaan dengan berat hati meliburkan banyak karyawan. Di bagian produksi kain batik untuk sementara ini hanya masuk tiga kali setiap minggu, sebelumnya masuk setiap hari. Di tengah persaingan keras seperti sekarang, katanya, menaikkan harga jual secara tiba-tiba bukan pilihan bisnis yang tepat.

Source http://www.republika.co.id/ http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/08/05/breaking-news/ekonomi/10/12/02/150036-bahan-baku-mahal-pengusaha-batik-solo-terancam-bangkrut
Comments
Loading...