infobatik.id

Awal Mula Teknik Batik Complongan

0 19

Awal Mula Teknik Batik Complongan

Asal mula keberadaan alat complongan sebenarnya berawal dari ketidak sengajaan. Keberadaan alat complongan ini bermula dari pelancong Cina yang terdampar di Pulau Nila yang sekarang bernama Desa Babadan. Pada waktu itu pelancong Cina membawa kain batik yang belum selesai proses pengerjaannya, karena terlalu lama ditumpukan sehingga kain-kain tersebut ditumbuhi jamur yang menghasilkan titik-titik kecil. Tumbuhnya jamur tersebut setelah diperhatikan ternyata menambah keindahan motif batik tersebut. Kemudian tercetuslah ide untuk membuat alat yang dapat menghasilkan titik-titik.

Dalam proses pembuatan alat tersebut, bisa dikatakan tidak mudah karena dalam proses pembuatannya berkali-kali gagal dan tidak menghasilkan bentuk titik-titik, karena pertama kali dibuat bahan yang digunakan adalah berbahan seng. Akhirnya terbentuklah alat ini dengan menggunakan jarum, akan tetapi awal terbentuknya complongan ini jarum yang digunakan hanya berjumlah dua. Kemudian alat tersebut digunakan dalam proses pembuatan batik. Setelah alat tersebut dicoba, pengrajin batik pada saat itu mengungkapkan penggunaan alat tersebut terlalu lama dan menyita waktu. Dengan pengalaman tersebut, akhirnya pengrajin membuat ulang alat tersebut dengan jumlah jarum yang diperbanyak. Pengrajin membuat complongan dalam dua jenis, yaitu complongan kecil dengan jumlah jarum 10 biji sedangkan complongan besar jumlah jarumnya 20 dan 25 biji. Sampai saat ini complongan tetap digunakan dalam proses pembuatan Batik di sentra Batik Paoman.

Istilah complongan itu sendiri berasal dari bunyi yang dihasilkan saat jarum menembus kain. Complongan adalah teknik tambahan yang dilakukan setelah proses nemboki, yaitu dengan cara melubangi kain dengan deretan jarum berdiameter 0,5 mm, hingga menghasilkan titik-titik halus setelah proses pewarnaan. Complongan ini digunakan dalam proses pembuatan batik tulis maupun batik cap. Kain batik yang melalui proses complongan mempunyai nilai tambah, yaitu menambah keindahan motif dan menambah nilai jualnya.

Source http://eprints.uny.ac.id/23080/1/Tity%20Sari%20Handayani%2008207241005.pdf
Comments
Loading...