Awal Mula Munculnya Batik Wonogiri

0 170

Awal Mula Munculnya Batik Wonogiri

Batik Tulis Wonogiren merupakan batik tulis asli Wonogiri yang dibakukan cirinya melalui empat hal, yaitu corak bledak, dasaran jene (kuning kecokelatan), sekaran (lukisan bunga), dan babaran (guratan) pecah. Kemunculan Batik Wonogiren berawal dari kegiatan membatik tepatnya di Kecamatan Tirtomoyo. Meskipun motif yang dibuat mengadaptasi dari Motif Batik Klasik Kraton Surakarta, babaran (proses pewarnaannya) lebih tebal dan berbeda dengan batik dari kraton dan lebih sesuai dengan citarasa rakyat yang memiliki kehidupan dinamis serta bebas. Kecamatan Tirtomoyo berada sekitar 40 kilometer tenggara kota Wonogiri. Saat ini ada sekitar 2.400 warganya yang kehidupan sehari-harinya akrab dengan kegiatan membatik. Di dusun Bedingin, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo misalnya, ada sekitar 70 pembatik tulis. Mereka bergabung dalam kelompok batik Sumber Rejeki pimpinan Ny Suwarni Musa Siswadi, yakni seorang pembatik senior.

Pakar dan pengusaha batik H Kaharudin Hartoyo mengemukakan, kerajinan batik telah tumbuh dan berkembang di Tirtomoyo sejak 1910 yang dirintis istri abdi dalem Mangkunegaran yang bertugas di Tirtomoyo, seperti Nyai Rangga Blarakan, Cangkring, Puter, dan Nyai Demang Tirtomoyo. Batik berkembang cepat setelah pada 1920, Mbah Martodikromo, juragan batik di Solo hijrah ke Tirtomoyo. Sejak itu kecakapan membatik berkembang dengan segala pasang surutnya hingga sekarang. Batik wonogiren dalam perjalanannya mengalami pengembangan, mulai tahun 1960an. Warga Wonogiri memiliki keinginan untuk memproduksi dan memakai batik dengan ciri khas budaya setempat, meliputi kondisi geografis, sosial, fenomena, selera, dan sebagainya. Motif yang dibuat terinsipirasi dari hal-hal tersebut serta modifikasi pola batik klasik kraton Surakarta. Contoh motif yang dipengaruhi fenomena sosial adalah keladi dan jemani, berisi motif adaptasi dari bentuk daun keladi dan anthurium jenis jemani yang menjadi tren koleksi tanaman hias 2007.

Motif tersebut dibuat atas ide dan pesanan kolektor tanaman hias. Kondisi lingkungan hutan, juga menjadi sumber inspirasi munculnya motif gelondong kayu dan serat kayu, berupa motif bilar kambium batang terbelah serta serat pohon berkayu. Batik tulis wonogiren dikenal sebagai karya eksklusif yang terlahir secara alami, cacat gurat-gurat pecah. Sebenarnya tidak dikehendaki oleh pembatiknya. Karya batik tulis dengan gurat-gurat pecah sebenarnya merupakan hasil yang tidak lazim dan dapat dikatakan sebagai karya yang gagal. Akan tetapi cacat yang tanpa disengaja itu justru melahirkan lukisan batik abstrak yang tidak saja alami tetapi mampu memberikan daya tarik bernilai lebih yang unik dan eksklusif. Batik tersebut saat ini sudah tersebar hingga luar wilayah Wonogiri terutama Surakarta, Yogyakarta, Jakarta, dan luar Jawa, antara lain Lampung, Jambi, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Source http://e-journal.uajy.ac.id/1183/3/2KOM03017.pdf
Comments
Loading...