Awal Mula Batik Ngluwar

0 154

Awal Mula Batik Ngluwar

Desa Ngluwar merupakan kota kecamatan yang berada lintasan antar desa, serta merupakan jalur lintas antar Magelang dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Mata pencaharian Desa Ngluwar sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan pedagang, buruh, sera ada yang menjadi PNS ataupun TNI. Desa Ngluwar merupakan pusat ekonomi banyak pusat pertokoan dan pasar tradisional sehingga banyak pendatang yang berasal dari berbagai daerah lain. Masyakat pedesaan banyak yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian maupun perdagangan. Oleh karena banyaknya waktu luang setelah kegiatan bertani kegiatan yang bersifat pengisi waktu luang sangat di butuhkan dan diminati oleh masyarakat Desa Ngluwar, utamanya ibu ibu rumah tangga. Kegiatan-kegiatan yang ada untuk ibu rumah tangga diantaranya, Dasa Wisma, PKK, Karang taruna, Arisan. Dari sinilah timbul beberapa ide kreatif, sebagai pengisi kegiatan diadakan pelatihan ketrampilan. Pelatihan tersebut yang mengarah pada pengisi waktu luang sehabis mengerjakan ladang atau sawah.

Dari sinilah timbul ide kreatif, sebagai pengisi waktu luang setelah membantu para suami ke sawah. Pelatihan yang di laksanakan Di Desa Ngluwar ada beberapa kegiatan diantaranya boga, busana, rias pengantin, membatik. Akan tetapi kegiatan yang dapat berlangsung sampai sekarang adalah membantik dan berkembang ke desa-desa sekitarnya. Kegiatan membatik pada awal timbulnya, karena termotifasi setelah mengadakan kunjungan ke pengrajin batik Di Desa Susukan, Margokaton, Seyegan, Sleman.

Dengan kunjungan tersebut sangat termotifasi untuk menggagas pelatihan membatik sebagai pengisi kegiatan ibu-ibu rumah tangga dan remaja yang tergabung dalam karang taruna Di Desa Ngluwar. Dimulainya pelatihan membatik ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dikalangan ibu-ibu rumah tangga dan remaja yang tergabung dalam organisasi karang taruna. Maka terpikirlah membentuk sebuah tempat untuk kegiatan pelatihan yang beranama sanggar batik Ghani Batik Ngluwar pertama muncul pertama kali hanya sebagai pengisi waktu luang ibu-ibu rumah tangga, untuk efektifitas pengelolaan kegiatan maka pada tahun, 1998 secara resmi dibentuk sanggar Batik Ghani sebagai usaha pembuatan batik di desa Ngluwar, setelah di ketahui oleh pemerintah Kabupaten Magelang bahwa di daerah Desa Ngluwar ada kelompok usaha batik kemudian dibina dan diberikan arahan agar batik tersebut layak untuk dijual kepasaran.

Dikarenakan pada awalnya batik tersebut belum layak jual hal tersebut dapat dilihat dari sisi desain dan pewarnaan sangat sederhana. Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah maka diberikan pendampingan, baik dalam proses produksi, permodalan, desain dan pewarnaan serta pemasaran. Bahkan beberapa karyawan difasilitasi untuk belajar batik pada pembatikpembatik di Yogyakarta maupun sentra- sentra batik yang ada di wilayah Bantul, imogiri dengan maksud mengembangkan pembuatan batik yang siap bersaing dipasar lokal maupun manca Negara. Dari sisi desain pemerintah daerah memberikan dan menfasilitasi dengan dengan mengundang nara sumber dari ISI Yogyakarta agar desain-desain yang dibuat oleh pengrajin sanggar batik Ghani mengembangkan desain motif batik sebagai ciri khas Batik Desa Ngluwar yang tidak dimiliki oleh daerah lain.

Sedang dalam mengembangkan desain motif batik dengan cirri mengabadikan flora maupun fauna di sekitar Desa Ngluwar seperti krokot sebagai tanaman yang tumbuh subur dipematang sawah yang dapat dimanfaatkan sebagai sayuran atau obat, daun tembakau tanaman yang dibudidayakan debagai tanaman musiman sebagai bahan utama pembuatan rokok, bunga matahari tanaman hias yang banyak ditanam pada pekarang rumah, pohon pisang tanaman yang dibudidayakan sebagai tanaman buah, ikan koi yang dibudidayakan sebagai ikan hias.

Sanggar batik Ghani di Desa Ngluwar meskipun proses produksinya mempunyai cirri khas, akan tetapi juga menerima pesanan dari pihak luar dengan desain yang dibawa sendiri. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli, serta memperkenalkan produk batik Desa Ngluwar kepada pihak luar. Dalam perkembangannya sanggar batik ghani membuka jasa pelatihan bagi perseorangan, juga kelompok untuk memberikan pelatihan proses pembuatan desain batik, mengklowong, mewarnai, melorod, ningga finising, hingga saat ini telah berkembang kurang lebih 30 pengrajin batik baik perseorang maupun kelompok.

Source http://eprints.uny.ac.id/23072/1/Rochim%2010207247002.pdf
Comments
Loading...