Asal-usul Motif Batik Khas Maos

0 330

Asal-usul Motif Batik Khas Maos

Awal mula Motif Batik Maos digunakan sebagai sandi saat perang pasukan Pangeran Diponegoro dalam perang melawan penjajah yang datang ke Indonesia. Namun belum diketahui secara pasti apakah motif ini sebelumnya berasal dari keraton atau baru diciptakan ketika Pangeran Diponegoro keluar dari keraton dan melakukan perlawanan dengan penjajah. Berdasarkan informasi dari para sesepuh pembatik yang masih hidup, motif batik ini digunakan saat perang melawan penjajah pada perang diponegoro sekitar tahun 1825-1830.

Dilihat dari sejarahnya, jelas bahwa pencetus nama-nama motif khas Cilacap seperti Motif Kembang Ambring ini adalah Pangeran Diponegoro dan laskar-laskar/pasukannya. Kaitan dengan keraton tidak diketahui pasti ada keterkaitan atau tidak. Tetapi berdasarkan silsilah, Pangeran Diponegoro merupakan keturunan dari keraton Mataram. Motif batik Maos dulunya terinspirasi oleh tanaman ubi jalar. “Orang Maos menyebutnya muntul,” ujar Saodah, 49 tahun, perajin batik. Pada perkembangan selanjutnya, berbagai tumbuhan di Maos menjadi dasar pembuatan motif batik. Menurut salah seorang pengrajin Batik Maos, Saodah, hampir 90 persen Motif Batik Maos terinspirasi oleh tumbuh-tumbuhan.

Beberapa Motif Batik Maos, seperti Parang Angkik, Sidomukti, dan Rujak Sente. Motif lainnya yang dikenal di Cilacap adalah motif lung sakheti (sejuta). Motif Lung berasal dari lekukan ranting-ranting pohon. Motif Batik Maos pada umumnya bermakna dan berkaitan dengan siasat atau sandi perang, selain juga motif-motif yang bercorak tumbuh-tumbuhan. Misalnya saja Motif Cebong Kumpul yang bermakna agar pasukan berkumpul dan merapatkan barisan guna bersiap menghadapi musuh. Dalam makna yang lebih luas, motif ini memberi makna arti penting persatuan. Dengan persatuan dan kesatuan segala bahaya, musuh, dan kesulitan akan mudah dihadapi.

Source Asal-usul Motif Batik Khas Maos Batik
Comments
Loading...